|
Obesitas dan Penyakit Jantung |
|
Ditulis Oleh: Suhermin Ari Pujiati, S.Si
|
|
Sunday, 25 September 2005 |
Dilihat dari segi estetika tubuh, orang yang kegemukan tampak kurang menarik. Dari segi kesehatan, orang yang kegemukan mempunyai resiko tinggi untuk terkena penyakit tertentu. Kegemukan atau obesitas dapat diartikan sebagai suatu kondisi, dimana
berat badan seseorang jauh melebihi perbandingan yang rasional dengan
tinggi badannya.
Secara matematis, tolok ukur seseorang dikatakan obesitas adalah jika IMT (Indeks Massa Tubuh) lebih besar dari 30.
Obesitas terjadi karena asupan energi/ makanan lebih besar daripada penggunaannya. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penambahan berat badan terjadi karena penggunaan energi rendah, tingkat oksidasi rendah dan penurunan sensitivitas hormone insulin.
Ditinjau dari penyebabnya, obesitas dibagi menjadi 2, yaitu obesitas primer (karena asupan kalori yang melebihi kebutuhan energi untuk metabolisme normal) dan obesitas sekunder (disebabkan oleh berbagai kondisi atau penyakit, seperti : hipertiroid, hiperkortisol, dll). Sehubungan dengan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah, terdapat obesitas android (obesitas sentral) dan obesitas ginoid (obesitas perifer). Perbedaan distribusi lemak dalam tubuh pada kedua jenis obesitas ini, menentukan perbedaan besarnya resiko untuk menderita penyakit jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian di Jepang menyebutkan bahwa obesitas sentral merupakan faktor resiko utama penyakit jantung koroner. Ini dikarenakan pada tipe ini, sering diikuti dengan gangguan toleransi glukosa dalam darah, hipertensi dan hiperlipidemia (kadar lemak dalam darah meningkat).
Jadi, pantaulah secara rutin berat badan anda, seimbangkan makanan dan pola aktivitas anda agar terhindar dari resiko PJK.
|