|
Sebuah laporan terbaru dari CDC-Centers for Disease Controls mengungkap fenomena dua kegiatan yang berlawanan terhadap ibu menyusui. Dalam surveynya, CDC mencatat banyak rumah sakit dan klinik bersalin, sebesar 88%, tersebar di 50 negara bagian, Puerto Rico dan Washington D.C, telah menyatakan bahwa selalu mengajarkan teknik menyusui pada para ibu yang baru saja memiliki bayi. Anehnya dalam survey yang meliputi 2600 rumah sakit dan klinik bersalin itu, juga mencatat bahwa tempat-tempat tersebut juga menyediakan pilihan-pilihan lain selain ASI.
Dalam survey tersebut, tercatat 24% responden menyatakan juga
memberi minuman seperti air gula pada bayi yang baru lahir. 70%
responden menyatakan telah mengirim ke kediaman para ibu yang pertama
kali menyusui itu, contoh susu formula pilihan mereka.
Dalam pandangan CDC, tindakan-tindakan tersebut tidak mendukung tindakan menyusui langsung kepada bayi.
Bahkan 95% responden telah memberikan nomor telepon khusus yang dapat
dihubungi sewaktu-waktu saat di rumah jika membutuhkan saran tentang
menyusui. Patut disayangkan, dalam catatan itu, hanya 56% dari para ibu
yang dihubungi oleh para responden untuk mengetahui bagaimana kegiatan
menyusui mereka.
Laurence Grummer-Strawn, Ph.D, pimpinan bagian menyusui dalam divisi
nutrisi CDC, dalam komentarnya terhadap temuan itu, menyatakan bahwa
tindakan rumah-sakit dan klinik bersalin itu telah menurunkan nilai
pentingnya menyusui langsung bayi dengan ASI. Dan sekaligus itu
menunjukkan keengganan lembaga-lembaga pelayanan kesehatan itu untuk
membantu, mendukung dan meningkatkan konsumsi ASI bayi.
Dalam laporan survey CDC itu juga dilaporkan perbedaan kualitas yang
nyata lebih baik pada klinik bersalin dibanding rumah sakit di wilayah
AS bagian barat dan timur-laut.
Laporan ini telah dipublikasikan dalam CDC’s - Morbidity and Mortality Weekly Report.
Sayangnya memang sulit mendapatkan data seperti itu dalam wilayah
republik Indonesia, disamping faktor-faktor kendala yang tak dapat
dikendalikan, seperti kewilayahan dan standar kualitas pelayanan yang
tak sejajar.
|