Friday, 21 November 2008
Kepribadian sebagai Pertimbangan Rekrutmen
Monday, 25 February 2008
Image Salam Psikologi Industri dari saya Marbusan !
Banyak pertanyaan dari tenaga-tenaga segar lapangan kerja, mengenai bagaimana mengetahui apakah pekerjaan yang akan dimasuki cocok dengan kepribadian individu.
Pertanyaan sulit yang punyai banyak sekali alternatif jawaban, namun saya akan mencoba urai dengan runtut, dengan harapan mampu membantu kemandirian mengetahui kepribadian secara obyektif.
Apa yang dimaksud dengan kesemua hal itu ? Silahkan membaca dan semoga bermanfaat.

Saudara, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam sebuah kehidupan organisasi yang membutuhkan rekrutmen pegawai baru, ada beberapa yang menjadi dasar pemikiran, antara lain :

1. Hard Competencies. Misalnya adalah apabila saya sebagai manager SDM di sebuah perusahaan laboratorium klinik membutuhkan seorang analis, maka saya akan mensyaratkan pendidikan calon pelamar dari SMA Analis atau D3 Analis, dan tidak mungkin saya mengambil lulusan teknik informatika.
 
2. Soft Competencies. Memang masih banyak perdebatan mengenai hal ini apabila dibandingkan dengan poin pertama, namun secara singkat hal kedua ini diperlukan sebagai added value  misalnya sebagai seorang SDM harus mengetahui tentang UU ketenagakerjaan, menguasai pembuatan Job Description atau yang lain. Soft Competencies  biasanya juga diperlukan pada jenis pekerjaan yang masih bersifat luas dan tidak mengikat, misalnya  tenaga penjualan. Dalam hal ini, jenis pendidikan tidak mempengaruhi sepanjang syarat yang lain terpenuhi misalnya, kemampuan komunikasi dan relasi yang luas.

3. Kepribadian. Saudara, khusus mengenai hal ini banyak sekali penjelasan yang diberikan untuk ranah Psikologi Industri Organisasi yaitu mengenai kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, kemampuan menghadapi stres kerja, keajegan(konsistensi) kerja, dan lain-lain. oleh karena itu, sebelum keputusan penerimaan pegawai baru dilayangkan, adalah hal yang jamak untuk mengadakan Psikotes yang biasanya berisikan :

  • Tes kepribadian dengan menggunakan alat seperti Wartegg, DAP, Baum, HTP sampai dengan graphologi dan wawancara psikologis .
  • Tes Intelejensi dengan menggunakan alat IST atau yang lain
  • Tes unjuk-kerja dengan menggunakan Kraeplin atau yang lain

Setelah artikel ini akan dimuat artikel yang berkaitan

< Sebelum   Berikut >