Friday, 21 November 2008
Bisnis Emosi
Ditulis Oleh: Marbusan   
Saturday, 30 June 2007

Seandainya anda belum percaya bahwa rasa kasihan juga dapat menjadi komoditi yang layak jual, saya ajak anda untuk menengok di Seputaran Surabaya Selatan, mulai dari perempatan jalan Ciliwung sampai dengan perempatan RKZ dimana disana bukan hanya semakin banyak pengemis atau pengamen yang nota bene kebanyakan anak-anak.
Tapi satu hal yang membuat saya tertarik adalah para penjual Koran Pagi yang mangkal disana terlihat begitu memelas, dan saya mengamati sekilas bahwa mereka relatif lebih laku dibanding competitor mereka yang “lebih layak”.

Saudara , tentu saya tidak akan menggunakan teknik memelas ala mereka untuk membuat dagangan anda laku. Saya akan ajak anda untuk bermain-main dengan bisnis emosi, dalam kaitannya dengan tulisan saya mengenai Unique, terutama karakter yang pertama, yaitu U=Unlike Others dan juga konsep I atau Intimate.

Saudara, apa yang membuat seorang pengemis “laku” ? Ya, secara “kelirumologis” , mereka mampu membuat kedekatan emosional anda dengan mereka. Membuat anda seolah-olah bertanggungjawab atas penderitaan mereka.
Kemudian , bagaimana hubungan pengemis dengan bidang usaha ? Kaitan yang hendak saya bicarakan adalah PERSONAL APPROACH untuk menghadirkan Intimacy melalui dua unsur UNIQUE yaitu unsur U dan I .
Kita bahas satu persatu unsur tersebut.
Saya akan memperlihatkan contoh Singapore Airlines untuk konsep Unlike Others. Para Pramugari Singapore Airlines tidak hanya bersikap ramah pada saat bertugas, namun dalam keseharian mereka . Berarti konsep melayani sudah merupakan bagian dari DNA mereka .
Tak heran , banyak orang yang merasa suka terbang dengan maskapai ini, karena mereka menawarkan suatu “ persahabatan”, sesuatu yang tidak dimiliki maskapai lain ( Unlike Others )
Pernahkan anda tahu , bahwa untuk bisa dekat dengan konsumen anda bisa mewakilkannya kepada produk anda ? Nokia adalah contoh lain yang bagus dalam hal intimacy. Berangkat dari Swedia dan dibiayai oleh Rusia dalam hal produksi sepatu bot, hasil perkebunan, dan komunikasi perang mereka menjelma menjadi suatu produk komunikasi yang terdepan dalam bidangnya.
Apa kuncinya ?
Mereka merangkul konsumennya dengan dengan Friendly user dengan fitur-fitur yang “mengena” .Kita lihat Nokia, fitur-fiturnya selalu terdepan dan bisa digunakan dengan bangga oleh semua usia. Pelanggannya merasa “termanjakan “. Belum lagi dengan proyek kerjasama Air Album, Air Discount, atau yang lain.

Cobalah ingat, Bukan hanya perusahaan jasa yang bisa dekat dengan konsumennya.
Saudara, setelah saya memberi diklat di satu perusahaan tentang Marketing in Venus, saya malah merasakan bahwa siapa pun benar-benar harus UNIQUE untuk bisa merengkuh dan menjalin emotional relationship dengan konsumennya.
Jadi, apakah anda setuju dengan saya ?
Salam kelirumologi!
< Sebelum   Berikut >