Friday, 21 November 2008
Bisnis Skeptis ?
Friday, 22 June 2007
Salam Kelirumologi dari saya , Marbusan !
Saudara , pernahkan anda dengar istilah bisnis skeptis ?
Sebagai contoh ada seorang terkenal yang mengatakan bahwa bisnis dibidang laboratorium adalah bisnis skeptis karena pelanggannya selalu berasal dari 3 sumber, yaitu (khususnya ) dokter, awam, dan perusahaan.
Sekarang mari kita bahas dari sudut kelirumologis .Semoga bermanfaat ! Saudara, mari kita lihat definisinya terlebih dahulu :

Skeptis adalah sikap suka meragukan segala sesuatu. Seorang skeptis cenderung meyakini pandangannya sendiri dan meragukan pandangan-pandangan lain di luar itu.”

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Skeptis"

 
Tokoh tersebut meragukan eksistensi dan perkembangan dari sebuah laboratorium di Indonesia yang tidak butuh kepandaian atau kecerdasan. Mari kita coba melihat definisi diluar hal tersebut .

Segmentasi  : Sebagai sebuah perusahaan jasa kesehatan, memang diakui bahwa pangsa pasar sebuah laboratorium klinik hanya berkisar pada 3 hal tersebut diatas. Namun , sesuai karakteristiknya , itulah yang disebut segmentasi.

Sebagai contoh , bila anda menjual sepeda motor sport anda tidak mungkin membidik pangsa pasar anak TK bukan ? jadi pangsa pasar memang disesuaikan dengan produk yang dijual dan itu yang seringkali kita kenal dengan “ceruk” pasar . Ada kemungkinan bahwa tokoh tersebut melihat dokter sebagai pengguna utama bisnis lab , sehingga “seolah-olah” tanpa dokter sebuah lab akan mati. Kenapa demikian , karena secara kelirumologis saya bisa menjelaskan beberapa penyebab :

1. Masyarakat kita belum paham tentang kesehatan pada umumnya dan laboratorium pada khususnya , sehingga “Image” yang ada adalah kalau mau pergi ke lab harus ke dokter dulu yang di satu sisi mengandung konsekuensi bertambahnya biaya .

2. Dokter secara kelirumologis ditempatkan sebagai “dewa”, sebagai “orang sakti” yang omongannya harus didengar sehingga dalam kaitannya dengan pemeriksaan lab , dokter menempati posisi yang amat sangat vital .Di Indonesia pemeriksaan lab belum menjadi “life Style “ dimana pasien awam pun bisa bebas periksa lab .Belum lagi bila pemilik lab atau pemegang kekuasaan suatu lab adalah dokter itu sendiri , bisa dipastikan akan menempelkan stempel “haram” bagi pasiennya untuk periksa ke lab lain.

 
Mari kita lihat sudut pandang yang lain, mengenai Strategi.
Secara intern , seperti tubuh manusia yang terdiri dari DNA, perusahaan juga memiliki DNA (kebijakan dan strategi ) khusus yang unik  dimana peran RNA sebagai messengerpun tak kalah uniknya.
Memang banyak kita lihat bahwa laboratorium menerapkan system “me too” alias mengekor mengenai jumlah maupun keragaman item pemeriksaannya.
Ada pula yang sekedar merujuk ke lab besar demi mendapatkan potongan harga , atau memberi fee besar kepada dokter atau rekanan demi sebuah Medical Check Up .Namun selain melihat realita yang ada , marilah kita juga melihat potensi yang terkandung didalamnya”.

Sekarang bayangkan potensi yang ada yang belum pernah terlirik oleh strategi lab yang ada dengan konsep Unique yang pernah saya bahas sebelumnya .
1. Unlike Others. Saya membayangkan satu konsep yang bukan hanya business oriented, namun juga people orinted dimana edukasi peran lab juga merupakan institusi pendidikan kesehatan buat masyarakat.
2. Necessity : Need akan kesehatan akan menjadi suatu way of life , bahkan suatu yang akan menjadi Phisiology needs ( ingat hirarki Maslow ) ,Bagaimana pihak lab bisa menjembatani hal ini ?
3. Intimate : Bagaimana pihak lab bisa melakukan pendekatan dan perubahan paradigma pelayanan dan kedekatan layanan kepada pelanggan ? Bisakah kita memberi Five Stars Hospitality? Jangan –jangan kita seolah-olah mau memasukkan pasien ke “Hospital” yang seram ?
4. Quality , Kualitas bukan hanya sekedar produk namun diagnosis yang ditegakkan harus juga bisa meningkatkan kualitas hidup pasien tersebut .
5. U , You . Bagaimana anda sebagai pelanggan , apakah anda pernah dilayani sebagai “personal” atau layanan bersifat pribadi ? Ingat tulisan saya mengenai Marketing Obesitas.
6. Exceed The Box .Bagi  para marketer , bagaimana konsep anda dalam kungkungan pasar bagi laboratorium klinik ? apakah konsep ethnic atau pendekatan sesuai dengan etnis pernah dilakukan ?

Saudara , jangan pernah melihat suatu hal sebagai sesuatu yang “ada dalam kotak “, bagaimanapun apa yang terjadi hari ini , akan berubah esok hari .marilah kita bersama-sama melihat potensi yang ada dalam setiap bidang , bahkan andapun mempunyai potensi yang besar karena anda adalah sesuatu yang UNIQUE ! Apakah anda setuju dengan saya? Salam kelirumologi !

< Sebelum   Berikut >