| Psycho-Kelirumologi |
|---|
| Psycho-Industri |
|---|
| Psycho-Refleksi |
|---|
| Psycho-Remaja |
|---|
| Psycho-Sosial |
|---|
1.Milis Berbagi.NET (Statistik/Psikologi) 2. Milis Parameter Alumni-Stat ITS ------------- Penjelasan |
| Kapal Besar di Sungai Sempit |
| Ditulis Oleh: Budi Santosa S.Psi. | |
| Thursday, 30 August 2007 | |
|
Salam kelirumologi dari saya, Marbusan ! Kali ini mari kita sedikit bermain dalam kelirumologi marketing. Saudara, banyak yang beranggapan faktor tangibility dalam dunia jasa adalah faktor pendukung sangat esensial, sehingga banyak pemain bidang jasa mendewakan unsur ini sebagai daya tarik.
Contoh kecil adalah betapa banyak hotel, atau laboratorium tawarkan
ruang-tunggu yang mewah agar pelanggannya merasa nyaman. Namun secara
kelirumologis, manajemennya mengeluh terjadinya ongkos produksi yang
membengkak dibanding laba (bukan omzet). 1. SURVEY PASAR : Kelirumologi pertama adalah banyak pelaku pasar yang tidak mengadakan survey pasar terlebih dahulu sebelum melakukan strategi usahanya sehingga kurang mengenal pasar . Atau juga kelirumologi bahwa mereka melekukan survey pasar, namun tidak bisa menganalisa hasilnya (mispersepsi atau memang tidak kuasai statistik). Contoh kecil : Sebuah Klinik A berdiri di wilayah X yang jumlah penduduknya hanya 20 % dari kota tersebut sedangkan cakupan pemasaran klinik A hanya mencapai wilayah X dan sekitarnya saja. Adalah sebuah kelirumologi bila klinik A memilih membelanjakan seluruh uangnya untuk renovasi gedung menjadi mewah tanpa survey pasar .Alangkah lebih baiknya bila uang yang ada membangun cabang di daerah Y yang 60 % penduduk kota tersebut tinggal dengan taraf ekonomi yang jauh lebih baik. Dalam hal ini klinik A seolah-olah ingin mendapat ikan banyak namun memancing di sungai kecil dengan memperbesar kapalnya . Tentunya tidak akan berhasil,terkecuali bila pemilik kapal meilih membangun kapal lain yang lebih besar namun memancing di samudera yang luas. 2.BAURAN PEMASARAN Bukankah saat ini begitu banyak teknologi yang bisa mendukung ke arah itu ? Seperti saya tulis sebelumnya , yaitu Be Unique (Unlike others, Necessity, Intimacy, Quality, U, dan Exceed the Box) Tapi sebelumnya , lakukanlah survey pasar terlebih dahulu untuk mengetahui ragam pelanggan anda. Ingat pula bahwa terkadang , pelanggan mengetahui perusahaan dari tenaga pemasarannya bahkan ada idiom yang mengatakan “ klien tidak pernah percaya kepada perusahaan tapi percaya kepada marketernya “. Contoh terdekat adalah berbagi.net yang meskipun bersifat non-profit ( sampai saat ini) , sudah menggunakan fasilitas wap untuk menjangkau audience yang lebih luas dan sampai saat ini hanya sedikit situs ilmiah non-profit yang melakukannya. Saudara , tentunya masih banyak faktor yang lain yang tidak saya sebutkan disini. Dalam dunia usaha memang bisa diibaratkan bahwa kita adalah nelayan yang sedang memancing ikan. Satu nelayan dengan lainnya memang diharapkan tidak berebut ikan, karena memang samudera sangat luas, namun sebagai nelayan yang cerdik tentunya kita tahu dibagian samudera mana kita memancing apakah di tempat yang banyak ikan atau justru kita memancing di muara yang sempit. Itulah pentingnya kita menguasai pasar , agar jangan sampai terjebak dalam memancing ikan di sungai kecil, bukannya beralih ke samudera luas, namun justru kita memilih memperbesar kapal kita .Alih-alih untung besar justru kapal kita bisa kandas karenanya. Jadi, bagaimana dengan pendapat anda ? Salam kelirumologi dari saya, Marbusan! |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|
|
|