Tuesday, 06 January 2009
Marketing Obesitas
Ditulis Oleh: Marbusan   
Tuesday, 05 June 2007

Salam kelirumologi ! kali ini saya akan bercerita sedikit tentang dunia marketing kita dipandang dari sudut kelirumologi .

Ketika beberapa hari lalu saya harus mengantar tamu keluarga berkunjung ke Pasar Turi, ada satu fragment menarik, yang barangkali sudah terlalu sering lewat di depan mata kita.

Seseorang bertopi dan bercelana jeans lusuh, turun dari sisi ruang sopir angkot, menghampiri satu kedai rokok di ujung pasar, " Rokok X...!!! Dua " ( Maaf, X  brand terkenal). Si ibu pemiliki kedai segera  sodorkan dua batang, dan santai saja si pemuda ini setelah sulut rokoknya bilang " Sore ntar bu...". Si ibu pun mengangguk mafhum. Ya !, mengangguk maklum, bahwa dia memiliki piutang dua batang rokok ke pemuda itu hingga nanti sore.
Sudut keramahan yang luar biasa !. Kenalkah dengan orang itu, demikian saya bertanya ke ibu itu ? Ya kenal di sini.

Dari fragment itu, saya berpikir tentang nama besar Pasar Turi yang terkenal lengkap dan murah, masih menyisakan “sedikit ceruk marketing “ bagi beberapa pemain . Dalam sudut pandang kelirumologi , sedikit banyak ada beberapa aspek yang bisa kita pelajari , yaitu :

  1. Penjual rokok tadi , bisa dikatakan merupakan kepanjangan tangan dari Pasar Turi yang bisa memberikan “Personal touch “ dan hal seperti ini seringkali beberapa pemain besar , melupakannya hanya demi target secara kuantitas .Ingat , jangan memandang bahwa lawan anda kecil , segala sesuatu yang kecil bisa jadi raksasa.

  2. Banyak tenaga marketing masih berpegang teguh pada anggapan, untuk sukses saya harus merebut “kue pasar” sebanyak-banyaknya .Tidak salah memang , tapi untuk mendapatkan hal itu , berapa banyak modal dan usaha yang harus anda sediakan dengan kata lain , modal dan usaha anda akan “Obesitas “ dan menjadi tidak sehat .Konsentrasilah pada “something different and personal”.Bukankah Penjual rokok itu sudah membrikan pelajaran yang berharga ?

 

Teman-teman, apakah anda setuju?

< Sebelum   Berikut >