| Psycho-Kelirumologi |
|---|
| Psycho-Industri |
|---|
| Psycho-Refleksi |
|---|
| Psycho-Remaja |
|---|
| Psycho-Sosial |
|---|
1.Milis Berbagi.NET (Statistik/Psikologi) 2. Milis Parameter Alumni-Stat ITS ------------- Penjelasan |
| Mengapa Kelirumologi |
| Ditulis Oleh: Budi Santoso, S.Psi | |
| Wednesday, 07 November 2007 | |
|
Salam Kelirumologi dari saya , marbusan ! Saudara , suatu hari ada teman bertanya kepada saya , kenapa sih ada kelirumologi ? Bukankah daripada mengungkap kekeliruan orang lain lebih baik mengusulkan yang benar saja ? Daripada kelirumologi , bukankah lebih baik ada benarologi ? Usul yang menarik , saya rasa .bagaimana menurut anda ? Saudara, saya mau cerita nostalgia dulu . Saya dibesarkan di keluarga besar dengan 6 orang anak sedangkan bapak adalah seorang purnawirawan TNI AL dengan pangkat “Mayor Kecil” alias sersan mayor yang dulu kalo saya ditanya saya seringkali cerita kalo Bapak Saya seorang “Mayor” .Satu kelirumologi yang saya sadari sekarang bahwa saya lebih bangga dengan pangkat daripada Bapak saya yang lucu , dan penyayang meskipun super disiplin. Saudara , Bapak saya selalu mengajarkan bahwa hidup itu indah yang harus disyukuri bagaimanapun keadaannya . Bahwa bagaimanapun kelirumologinya hidup yang kita hadapi kita selalu punya 2 pilihan , menyesali dan tidak melakukan apapun atau bangkit menyongsongnya .Satu hal yang tetap saya pegang sampai saya bersekolah di SPK RSAL yang nota bene menerapkan system disiplin militer .Keadaan yang sulit sampai saya harus jualan Koran , jualan Avon ( Betul-betul Avon kosmetik ! ) Disana saya belajar bahwa dengan menangis dan menyesali hidup yang ada tidak akan membuat satu perubahanpun. Saya belajar bahwa adalah suatu kelirumologi kalau hidup membuat susah orang seganteng saya ! Hehehehe , sedikit narcis memang tapi mujarab juga buat menghibur hati . Demikian juga dengan bagaimana kita menyikapi sikap orang lain yang kelirumologi . Dengan prinsip “menang tanpa ngasorake” atau menang tanpa merendahkan orang lain , maka teguran atau kritik yang diberikan hendaknya menyentuh rasa kemanusiaannya tanpa perlu menyinggung atau membuatnya tersinggung . Saudara , bagaimana dengan benarologi? Tidak salah saya rasa , namun terkadang dilihat dari struktur kepribadian kita yang suka dipuji , maka apabila hanya nasehat saja tentang kebenaran yang kita berikan , menurut saya tidak akan bermanfaat banyak . Jadi, mana yang anda pilih? Apakah anda setuju dengan saya? Salam kelirumologi dari saya , marbusan ! |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|
|
|