Friday, 21 November 2008
Tuesday, 10 July 2007

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan !
Pernahkah anda mendengar istilah Point of No Return ?
Bila belum, tak perlu minder, belum terlambat buat memahaminya.
Istilah tersebut dikenal dalam dunia penerbangan dimana dalam satu perjalanan penerbangan, setelah menempuh satu titik jarak tertentu, sebuah pesawat tidak bisa kembali ke bandara asal, namun mau tidak mau harus bisa mencapai bandara tujuan, atau dalam keadaan emergency harus bisa mencari landasan terdekat.
Kali ini saya akan mengajak anda membahas Point of No Return dalam dunia kerja.
Semoga bermanfaat !


Saudara, terutama anda yang sudah bekerja pasti pernah merasakan suatu “dorongan” dari atasan anda yang mengatakan bahwa semakin keras anda bekerja, semakin besar pula “reward“ yang anda terima.
Itulah mengapa dengan prinsip dagang seperti itu, banyak perusahaan mengembangkan prinsip Multi Tasking Person, atau pemberian tugas ganda dengan (seringkali) waktu yang terbatas. Dari satu sisi, memang tantangan yang tersedia akan semakin besar, dan akan membuat orang terpacu mengejar target yang menjadi tanggungjawabnya.
Kalau boleh saya membuat suatu padanan dalam olahraga, mungkin hal ini adalah olahraga  ekstrem yang memicu banyak adrenalin dan memompa banyak keringat .

Saudara, namun dari sudut kelirumologis saya bisa sampaikan bahwa dengan prinsip yang demikian akan membawa beberapa efek yang merugikan bukan hanya bagi karyawan, namun juga pada gilirannya perusahaan anda. Dengan prinsip MTP berarti seorang akan diciptakan menjadi orang yang target-oriented, dan seringkali menjelma menjadi orang yang kurang humanis.
Orang akan cenderung memikirkan dirinya sendiri atau kelompoknya dan akan melupakan kebersamaan yang diperlukan sebagi suatu tim dalam suatu organisasi.
Akan sangat sulit bagi anda untuk merubahnya menjadi sosok yang humanis kembali .
   
Hal yang kedua adalah apa yang dikenal dengan istilah burn out, dimana ibarat sebatang ranting, sudah patahlah dia.
Burn out adalah suatu keadaan point of return yang parah yang ibaratnya adalah kanker bagi semangat kerja bagi pegawai.
Beban kerja yang berlebih yang meskipun dibarengi dengan kenaikan gaji , namun dengan segera gaji yang diterima akan terasa tidak seimbang, bahkan  bisa juga merasa hanya dihargai secara material semata.
Biasanya burn out ini akan muncul pada tahun ke 6 atau ke 7 dan akan membuat seorang hero ditempat kerja menjadi “Zero” , dari somebody menjadi No body.
   
Saudara, memang membebani seseorang dengan tugas yang beraneka ragam akan bisa menumbuhkan kreativitas, tantangan, maupun semangat berkompetisi  namun tolong diingat bahwa harus diingat tidak selamanya reward yang diberikan dalam bentuk gaji memnjadi jaminan terus berkobarnya semangat kerja pegawai.
Tujuan awal bekerja memang untuk mendapatkan gaji sebagai sarana pemenuhan kebutuhan fisiologis, namun seorang pegawai akan segera sampai pada suatu titik dimana dia menginginkan yang lebih (Ingat Hirarki Maslow !).
Jadi hargailah pegawai anda bukan hanya materi namun juga berikan waktu, ketulusan, pujian atau dorongan baginya .Niscaya akan membua semangatnya berkobar kembali.
Bagaimana, apakah anda setuju dengan saya?
Salam Kelirumologi !
 
< Sebelum   Berikut >