| Psycho-Kelirumologi |
|---|
| Psycho-Industri |
|---|
| Psycho-Refleksi |
|---|
| Psycho-Remaja |
|---|
| Psycho-Sosial |
|---|
1.Milis Berbagi.NET (Statistik/Psikologi) 2. Milis Parameter Alumni-Stat ITS ------------- Penjelasan |
| Sekolah, to Invent or to Invade ? |
| Wednesday, 29 October 2008 | |
|
Saudara , Marbusan teringat pada saat masih mengenyam bangku sekolah dasar dimana banyak PR yang harus dikerjakan dan pelajaran terasa seperti kancing baju yang masuk untuk keluar lagi karena begitu banyaknya ditambah pemahaman mengapa pelajaran tersebut diberikan dan manfaatnya masih belum terjangkau oleh rasio anak kecil. Tetapi paling tidak Marbusan masih bisa bersyukur bersekolah di sekolah negeri yang masih belum mengenal adanya tambahan berbagai macam pelajaran yang memusingkan seperti sekarang. Saudara, Marbusan yakin kita semua setuju bahwa beban berat anak sekolah yang setiap hari membawa belasan bukunya , belum lagi ditambah botol minuman dan bekal makan siang karena ia harus bersekolah sepanjang hari sudah melewati ambang batas kemampuan fisiknya .Secara kelirumologi ,Marbusan bergumam bahwa sekolah di negeri ini bukan hanya bercita-cita menjadikan anak berotak dengan beban pelajarannya, tapi juga berotot syukur-syukur bisa jadi pengganti Ade Rai .Hanya Marbusan secara kelirumologi pula berdoa semoga anak-anak kita bila berotot tidak jadi preman jalanan .Lo kok bisa begitu ? Bagaimana tidak ,Marbusan merasa ngeri mengetahui dari tulisan di salah satu koran terbitan Surabaya yang menyatakan bahwa berat tas sekolah yang dibawa anak SD bisa mencapai 7 kilogram ! Kurang lebih sepertiga berat badan anak sekolah ! Ada pula seorang guru yang mengatakan bahwa anak-anak tidak merasa keberatan dan tetap merasa enjoy dengan program kurikulum sekolah yang padat . Mungkin Ibu Guru yang terhormat tersebut lupa bahwa anak-anak belum memahami konsep menentukan sikap sendiri .Siapa orang dewasa yang tidak cukup waras dengan meminta pendapat seorang anak kecil? Ibu guru yang terhormat itu juga mungkin lupa bahwa dunia anak adalah dunia bermain bersama teman sebaya .Bila patokan dari enjoy adalah mereka selalu kelihatan bergembira , mungkin ibu guru perlu melihat tayangan televisi yang menyajikan gambar anak kecil tetap bermain bahkan sesaat setelah bencana Tsunami sekalipun ! Mana mereka bisa tahu arti peristiwa yang ada di dunia bila memang dunia mereka adalah dunia khayalan dan permainan? Benar-benar kelirumologi yang menggelikan dari seorang pendidik. Saudara, kelirumologi berikutnya adalah pertanyaan mau diapakan anak-anak kita?kita baru saja menyetujui bahwa beban 7 kg yang dibawa anak kecil tentu tidak sebanding dengan kemampuan fisik mereka , lalu bagaimana dengan kemampuan mental mereka? 7 kg secara fisik tentunya tidak ada apa-apanya dibanding mental mereka . Generasi seperti apa yang kita harapkan dari pendidikan model begini? Fakta kelirumologi menunjukkan bahwa sekarang ini Bahasa daerah sudah seperti bahasa alien di negeri ini , sopan santun sudah seperti bahan koleksi museum, dan pergaulan sosial lebih sebagai bagaimana mengeksloitasi orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Apakah kelirumologi ini yang didambakan dengan embel-embel pendidikan modern? Saudara, kelirumologi terakhir adalah kepentingan dari penentuan kembali definisi tujuan pendidikan kita, model seperti apa anak-anak yang hendak kita ciptakan dan akses sosial yang akan terbentuk.Menurut Marbusan yang masih sering keliru, hendaknya materi pelajaran disaring dan dipadatkan kembali sehingga bukan hanya nilai retorika yang terbentuk, namun lebih kearah pragmatis yang secara kelirumologis ironis lama rasanya sudah terlupakan . Semoga sekolah adalah tempat untuk menemukan kelebihan anak bukan untuk menjajah (to invade) nya.Amin *Tulisan ini sebagai ungkapan rasa hormat atas kepergian ibunda dari Marmujen .Meskipun tidak terlalu mengenal secara individu , namun rasanya keberhasilan pendidikan yang ibu tanamkan telah tercermin dalam pola pikir , kebersamaan , serta kepribadian Marmujen . Selamat jalan dan Semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik untuk ibu.Amin..... |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|
|
|