Friday, 21 November 2008
TIPS, Layakkah Saya Mendapatkannya ?
Thursday, 12 June 2008
Salam kelirumologi dari saya, Marbusan.
Selamat bertemu lagi dengan kelirumologi, setelah beberapa tulisan saya mengulas topik yang dianggap beberapa teman termasuk “berat”.
Saudara, kali ini saya akan mengulas tentang kebiasaan memberikan TIPS tentang pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa atau barang pada pelanggannya.
Pertanyaan menggelitik yang muncul adalah, apakah TIPS yang diberikan bisa dianggap “layak”, tanpa keterpaksaan ? semoga bermanfaat.


Saudara, suatu hari Marbusan pergi ke tempat penyewaan video dekat rumah.
Tak berselang lama, muncullah seseorang dengan penampilan tidak rapi (kalau tidak mau dikatakan sangar) datang mengutip biaya parkir.
Dengan wajah heran, Marbusan mempertanyakan tarikan tersebut karena jelas-jelas tidak memperoleh pelayanan apapun atau rasa puas apapun yang Marbusan terima, karena saat  marbusan datang sosok tadi tidak nampak . Dengan santai, si bapak meminta Marbusan merelakan uang seribuannya sebagai TIPS.

Saudara, mungkin tak banyak yang tahu bahwa TIPS sesungguhnya adalah suatu singkatan yaitu To Insure Performance and Services  yang filosofi nya adalah ucapan terimakasih dari seorang pelanggan kepada penyedia jasa atau barang atas diberikannya pelayanan yang memuaskan dan menghendaki pelayanan tersebut dipertahankan di kemudian hari .

Namun, melihat dari kenyataan pelayanan publik yang kita terima selama ini seringkali begitu mengecewakan, namun tetap saja si penyedia berani menyodorkan tagihan atau biaya yang mahal dibanding kualitas pelayanannya, dan masih saja berani berharap mendapatkan tips atas pelayanannya.
Pada dasarnya, seorang pelanggan mengeluarkan uang untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan (prinsip Customer satisfaction), dan berharap mendapatkan sesuatu yang “lebih” dalam pelayanannya (ingat prinsip Customer Delightment)

Dalam pelayanan publik yang dikelola pemerintah saat ini, memang TIPS secara resmi dilarang bahkan bisa  dikatakan suap, namun sesungguhnya tidak ada peningkatan pelayanan yang bisa membawa kepada kepuasan pelanggan.
Marbusan pernah mengalami betapa tidak ramahnya petugas Ditlantas Kepolisian Daerah  dalam melayani pada saat Marbusan melakukan pengurusan pemblokiran BPKB sepeda motornya yang hilang dicuri, pun gambaran jamak praktek meminta  tambahan biaya dengan balasan pelayanan yang “lebih cepat “

Saudara, mungkin makna TIPS yang sesungguhnya sudah menjadi suatu kelirumologi sendiri .Setidaknya Marbusan mencatat ada beberapa kelirumologi filosofi TIPS, yaitu ada yang menuduhnya  sebagai suap, atau ada juga yang (apalagi masa kampanye sekarang ) menjadikan TIPS sebagai To Intimate Personal Socialization), atau dalam beberapa kasus dimana TIPS diminta dengan setengah memaksa menjadikan TIPS sebagai To Insure Personal Security.
Marbusan hanya mengelus dada, semoga tidak ada kelirumologi TIPS yang lebih seram lagi dalam kasus yang lebih mbulet lagi.

Bagaimana dengan anda, setujukah ? Salam kelirumologi dari saya, marbusan !
< Sebelum   Berikut >