| Telaah Statistik: Pemusatan Data |
| Ditulis Oleh: Dr. Brodjol Sutijo Suprih Ulama MS | |
| Sunday, 24 August 2008 | |
Bila sedang berada pada suatu tempat, betapa banyak gambaran umum hanya dari apa saja yang bisa dilihat. Dengan gambaran umum atau sekilas itu, diperoleh kesan tentang apa yang tampak didepan. Jika sedang berkunjung ke sebuah pertokoan atau mall, dengan cepat dan mudah kita akan mendapat gambaran gerai mana yang paling banyak dikunjungi dan gerai mana yang pengunjungnya jarang.
Sama halnya bila sebentar saja melihat kesibukan di dalam sebuah tempat
agen penjual beras, dekat pemukiman/rumah sendiri, dengan gampang kita
akan tahu bahwa para pembeli cenderung meminta pada agen itu, beras
dalam kemasan atau bungkus seberat 5 kilogram. Bila berkunjung ke sebuah taman kota, selebar pandangan, carilah yang kira-kira mengundang perhatian pertama kali; tertarikkah pada sekedar menghitung berapa banyak kupu-kupu beterbangan ataukah tak ada kupu-kupu seekor pun, karena di taman itu tak ada bunga yang sedang mekar, atau hitung saja berapa kuntum bunga yang hendak mekar ? Selain kupu-kupu, adakah serangga lainnya atau malah menemui hewan ? Berapa banyak ? Beberapa contoh di atas, adalah perilaku yang dalam statistik dikenali sebagai Pemusatan Data. Pemusatan Data Pada metode statistik ada tiga ukuran pemusatan data, yaitu rata-rata, median dan modus. Rata-rata, ukuran pemusatan data yang lazim digunakan, sedangkan median dan modus jarang digunakan. Padahal terkadang dalam keseharian pun, tanpa sadar juga sering menggunakan nilai median dan modus. Saat sedang melihat histogram, informasi yang tertangkap mata adalah kelas/kelompok/range dimana frekuensi terbanyak berada. Berarti sebenarnya kita sedang menggunakan konsep modus. Bila kita mengelompokkan sekumpulan obyek menjadi dua bagian, maka sebagai batas untuk kelompok satu dengan kelompok lain biasanya menggunakan nilai median. Bila mencermati ketiga nilai tersebut, nilai rata-rata tidak robust terhadap outlier, hal ini berbeda dengan nilai median ataupun modus. Jika tersedia 5 data, yaitu 4, 7, 8, 8, 13. Kita akan tahu bahwa nilai rata-rata, median dan modus adalah 8. Seandainya nilai 13 diganti dengan nilai yang ekstrim, misal 28, maka nilai rata-rata menjadi 11 sedangkan nilai median dan modus tetap 8. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa walaupun nilai rata-rata banyak digunakan sebagai ukuran pemusatan data akan tetapi tidak robust terhadap data outlier (ekstrim). Sehingga disarankan sebelum menganalisis data untuk melakukan eksplorasi data tersebut. |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|


Bila sedang berada pada suatu tempat, betapa banyak gambaran umum hanya dari apa saja yang bisa dilihat.
Sama halnya bila sebentar saja melihat kesibukan di dalam sebuah tempat
agen penjual beras, dekat pemukiman/rumah sendiri, dengan gampang kita
akan tahu bahwa para pembeli cenderung meminta pada agen itu, beras
dalam kemasan atau bungkus seberat 5 kilogram. 


