|
Rata-rata pelajar pria memperoleh nilai lebih rendah sebesar 20 poin daripada pelajar wanita. Rata-rata olahragawan menenggak air minum, tiga kali lipat lebih banyak dari orang awam, saat sedang berkompetisi. Rata-rata pria pekerja malam lebih banyak merokok satu setengah kali, dibanding sesamanya yang bekerja siang. Manakah nilai rata-rata diatas yang rata-rata membingungkan pemahaman rata-rata pembacanya ?
Nilai rata-rata adalah salah satu ukuran pemusatan data selain median
dan modus. Bila diamati lebih lanjut ada tiga nilai rata-rata, yaitu :
1.Rata-rata hitung (Arithmetic mean)
2.Rata-rata ukur (Geometric mean)
3.Rata-rata harmoni (Harmonic mean)
Rata-rata Hitung
Nilai rata-rata hitung atau lebih dikenal dengan nilai rata-rata adalah
ukuran pemusatan data yang diperoleh membagi jumlah data hasil
observasi dengan banyaknya observasi.
Dengan mengetahui nilai rata-rata kita dapat membandingkan rata-rata
kelompok satu dengan rata-rata kelompok yang lain. Misalnya, rata-rata
pendapatan petani tidak jauh berbeda dengan rata-rata pendapatan
nelayan, rata-rata nilai NEM siswa SD di Kecamatan “ABC” lebih tinggi
dibandingkan dengan rata-rata NEM siswa SD di kecamatan “DEF” dan
lain-lain.
Rata-rata Ukur
Rata-rata ukur pada umumnya digunakan untuk menentukan rata-rata perubahan atau rata-rata rasio dari suatu data deret waktu.
Nilai rata-rata ukur ini dapat dianggap sebagai rata-rata pertumbuhan
pada suatu periode tertentu. Nilai rata-rata ukur dapat dihitung dengan
menggunakan rumus : 
Contoh :
Jika suatu distributor gula selama tiga tahun dapat menyalurkan gula
1750 ton, 2150 ton dan 7050 ton, maka nilai rata-rata ukur adalah 2982
ton. Hal ini berarti bahwa rata-rata pertambahan penyaluran gula selama
periode tersebut adalah 2982 ton per tahun
Apabila menggunakan nilai rata-rata hitung diperoleh 3650 ton. Nilai
ini kurang memberikan informasi tentang apa yang telah dilakukan oleh
distributor tersebut.
Berdasarkan data pada contoh di atas diketahui bahwa rasio pertumbuhan penjualan adalah :
Penyaluran th II : 2150/1750 = 1,2286 atau 122,86%
Penyaluran th III: 7050/2150 = 3,2791 atau 327,91%
Rata-rata ukur untuk rasio penyaluran gula adalah 2,007 atau 200,7%.
Ini berarti tingkat (laju) pertumbuhan penyaluran gula adalah 100,7%
(200,7% - 100%)
Rata-rata ukur dari nilai rasio diatas dapat dipandang sebagai laju
dari rumus pertumbuhan. Ingat rumus pertumbuhan dengan menggunakan
bunga majemuk, .
Berdasarkan nilai rasio di atas :
dengan menggunakan rumus pertumbuhan di atas, dimana dan ,
maka terlihat bahwa nilai laju pertumbuhan pada rumus pertumbuhan dapat
diperoleh dengan menggunakan rata-rata ukur.
Rata-rata Harmoni
Nilai rata-rata harmoni pada umumnya digunakan untuk menghitung nilai
rata-rata suatu observasi yang memiliki rasio berbeda-beda. 
Contoh :
Suatu usaha konveksi mempunyai 5 penjahit, dalam waktu 6 hari masing-masing dapat menyelesaikan 5, 6, 10, 15 dan 6 pakaian.
Berdasarkan rata-rata hitung diperoleh nilai 8,4. Ini berarti dalam
waktu 6 hari seorang penjahit rata-rata menyelesaikan 8,4 pakaian.
Sedangkan berdasarkan rata-rata harmoni diperoleh nilai 7,14.
Pada rata-rata hitung mengasumsikan semua penjahit mempunyai
ketramplian atau kemampuan yang sama sedangkan pada rata-rata harmoni
memperhatikan adanya perbedaan kemampuan atau ketrampilan penjahit.
Bila ditabelkan kemampuan penjahit adalah sebagai berikut :
Catatan : waktu penyelesaian adalah waktu yang diperlukan penjahit untuk menyelesaikan satu pakaian
Berdasarkan tabel di atas diketahui waktu yang tersedia adalah 30 hari
sedangkan kemampuan dari 5 penjahit yang bekerja pada konveksi tersebut
adalah 4,2 , maka rata-ratanya adalah 7,14 yaitu 30 dibagi 4,2 .
|