|
Halaman 1 dari 2
Pernahkan Anda, merasa diperlakukan tidak menyenangkan oleh orang lain? Saat
sesuatu terjadi pada diri Anda, pernahkah Anda merasa bahwa itu adalah
sebuah ketidakadilan ? Pernahkan Anda, merasa sangat benar dan orang lain
salah? Pernahkah Anda merasa sangat ingin untuk mencemooh sesuatu? Apa yang Anda rasakan mungkin benar, akan tetapi waspadalah untuk tetap
selalu mencoba membuka pikiran Anda. Mengapa? Karena itu lebih
menguntungkan. Karena itu juga lebih menyenangkan. Menjaga diri memang
harus, tapi menjaga hati lebih harus.
Pikiran terbuka, atau open mind, atau open minded, atau being open minded,
telah terbukti menjadi salah satu ciri dari karakter orang-orang besar dan
sukses. Sikap open minded-lah yang telah menjadikan mereka orang yang besar
dan sukses.
Cobalah Anda renungkan gambaran berikut ini. Orang yang sangat kaya, tidak berbahagia karena kuantitas kekayaannya.
Banyak uang bukanlah tentang 'banyaknya uang'. Satu-satunya perihal
kuantitatif yang melekat pada kebahagiaannya, adalah "kuantitas pilihan"
sebagai konsekuensi dari kekayaannya. "Mau beli apa lagi Saya hari ini?" "Siapa lagi yang mau Saya kasih uang?" "Anak Saya sakit, baiknya masuk ke rumah sakit mana ya?"
Orang yang punya rumah banyak, tidak berbahagia karena kuantitas rumahnya.
Kekayaannya terletak pada pilihan. "Sayangku, weekend kali ini mau nginep di villa kita yang mana?"
Orang yang punya banyak mobil, tidak senang karena kuantitas mobilnya. Ia
senang karena kuantitas pilihannya. "Hari ini Aku mau pake Jaguar merah aja deh. Besok baru Ferrari yang biru."
Orang yang berkuasa, hanya berbahagia jika ia memahami kuantitas dan
kualitas pilihan yang muncul dari kekuasaannya. "Dengan kuasa yang Saya punya, apa yang bisa Saya lakukan untuk membantu
orang banyak?" Bisakah kini Anda mengerti, betapa kayanya orang yang kaya? Maukah Anda
mengetahui, resep apa yang mereka coba?
|