| Psycho-Kelirumologi |
|---|
| Psycho-Industri |
|---|
| Psycho-Refleksi |
|---|
| Psycho-Remaja |
|---|
| Psycho-Sosial |
|---|
1.Milis Berbagi.NET (Statistik/Psikologi) 2. Milis Parameter Alumni-Stat ITS ------------- Penjelasan |
| Perubahan Jaman |
| Ditulis Oleh: marbusan | |
| Wednesday, 22 August 2007 | |
|
Salam psikologi sosial dari saya , Marbusan ! Beberapa waktu yang lalu saya berbincang dengan seorang teman tentang kekhawatirannya tentang nasib Bahasa Daerah (dalam hal ini adalah Bahasa Jawa) yang semakin tidak dikenal oleh kaum muda. teman tersebut menyayangkan sekaligus mempertanyakan penyebab hal tersebut . Semoga tulisan berikut ini dapat menjadi renungan bersama
Saudara, setidaknya saya melihat ada beberapa faktor mengapa adat istiadat mulai ditinggalkan, yaitu : I. FAKTOR PIMPINAN II. FAKTOR EKONOMI Saudara , tahukah anda berap banyak tahapan yang harus dilalui dalam adat pernikahan di tanah Jawa ? Bila seandainya semua tahapan tersebut dijalankan , berapa banyak jumlah Rupiah yang akan digunakan untuk itu ? Atau katakanlah berapa banyak jumlah uang yang harus disediakan untuk melakukan kegiatan upacara Ngaben di Bali atau pesta kematian di Tanah Toraja ? bagi beberapa orang yang mampu tentu bukan masalah besar untuk melakukannya , tentu hal tersebut juga melambangkan status social orang tersebut . Namun bagi beberapa kalangan tertentu pasti akan sangat kesulitan sehingga mereka memilih beberapa alternative , yaitu : 1) Pindah ke tempat lain sdan melaksanakan adat yang baru yang sesuai dengan keadaan ekonominya .2) Tetap bertempat tinggal di tempat semula, kemudian membuat kelompok senasib dan kemudian melakukan melaksanakan keseluruhan rangkaian upacara adat dengan berpatungan , atau 3) Melaksanakan upacara adat yang telah disesuaikan dengan keadaan ekonominya . III . DIFERENSIASI ANTAR KELOMPOK SOSIAL Saudara, tentunya masih banyak sekali factor-faktor lain yang tidak penulis sebutkan satu-persatu . Semoga tulisan ini tidak menjadikan semangat untuk melestarikan kebudayaan di Indonesia menjadu luntur , namun lebih digunakan sebagai kajian tantangan demi tercapainya solusi bersama. Salam Psikologi Sosial dari saya, marbusan! |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|
|
|