Tuesday, 06 January 2009
Psikoterapi, Contoh Aplikasi Cognitive Behavior Therapy ( CBT )
Ditulis Oleh: budisan   
Thursday, 23 August 2007

Salam Psikologi Klinis dari saya Marbusan .Atas permintaan beberapa adik kelas , maka saya menayangkan contoh aplikasi dalam Psikoterapi yang kali ini dengan teknik CBT atau Cognitive Behavior Therapy. Semoga Bermanfaat !

PSIKOTERAPI
Kasus :
Orangtua Suami Tidak Berusaha Menyatukan Kami Kembali
Tanya :
Saya wanita berusia 39 tahun, telah menikah dan sekarang bermasalah.Suami sekarang tinggal di rumah orangtuanya gara-gara ketahuan dia menikahi wanita lain tanpa sepengetahuan saya.Kami ribut dan saya menuntut dia untuk menceraikannya.Suami keberatan karena merasa tidak tega meninggalkan anak yang telah dilahirkan dari wanita tersebut.Saya berjuang mengutuhkan kembali hubungan kami dengan saya membawa anak sering mengunjungi bapaknya di rumah kakek dan neneknya.Semangat saya terbang melayang karena orang tua suami tidak berusaha menyatukan kami kembali.Dia malah membiarkan wanita itu tinggal di rumah tersebut.Yang menjadi masalah adalah suami juga tidak mau menceraikan saya.Saya stress menghadapi hubungan yang terkatung –katung .Pekerjaan dan kesehatan saya terganggu.Rasanya pikiran saya buntu.Keluarga menghendaki kami bercerai.Saya belum mantap menuntut perceraian karena saya masih memiliki harapan rumah tangga saya pulih kembali.Yang ingin saya tanyakan ;
- Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan seperti itu ?
- Apakah runah tangga kami masih ada harapan bisa diperbaiki ?
     Dh, Surabaya tahun 2003
   
 

DIAGRAM CBT

 

Suami Selingkuh, Orant Tua Tidak mau membantu.
What You Think
How You Feel
What You Do
Suami tidak lagi mencintai keluarganya.
Ditinggalkan dan ditelantarkan
Minta bantuan mertua
Suami harus kembali kepada saya
Dikhianati
Meminta suami menceraikan istri keduanya
Keluarga harus kembali ,meskipun harus berjuang sendiri.
Merasa tidak lengkap tanpa suami
Mengajak anak untuk menjenguk ayahnya .
Hubungan Perkawinan terasa menyiksa
Terkatung-katung oleh hubungan yang tak pasti
Stres, pikiran buntu, mengganggu pekerjaan dan kesehatan

PENJELASAN  SISI KOGNITIF
• Klien mempunyai suatu pemahaman yang “menyesakkan “atas suatu peristiwa, yang disertai pula dengan adanya keluhan gangguan pola hidup keseharian dan gangguan fisik
• Klien menganggap bahwa perkawinan yang terbina adalah merupakan tanggungjawabnya seorang untuk menyelamatkannya dan bertindak seperti “super woman “, sehingga klien merasa marah apabila ada orang yang dianggap menghambat “misi”nya itu (dalam hal ini mertua yang tidak mau menjembatani permasalahan keluarga .Hambatan yang dialami klien , membuat klien merasakan stres dan gangguan fisiknya.
• Klien menganggap bahwa semua yang dialaminya, menempatkan dirinya pada posisi yang tertekan


PENGELOLAAN SISI KOGNITIF
• Summarizing : menyimpulkan tentang permasalahan yang dihadapi klien.
• Reframing : memandang dari sudut pandang klien tentang permasalahannya.
• Mengubah keyakinan yang salah : memberikan dorongan –dorongan untuk membantu klien mencari bukti dari pikiran-pikiran dan konsekuensi yang dihadapinya. Contoh : Klien diubah keyakinannya bahwa ia berjuang sendiri tanpa bantuan orang lain. Klien memfasilitasi bantuan untuk membuat klien sadar bahwa ia juga berhak minta bantuan dari suami, mertua, atau orang lain untuk menyelesaikan masalahnya.Klien juga diajarkan untuk bisa bersikap tenang dalam menghadapi masalah, sehingga tidak mempengaruhi faktor fisikna.
• Konfrontasi : Mengubah ketidakkonsistensian pikiran klien  Mengubah Irrasional Belief.Mis: Klien menyalahkan semua orang yang ada didalamnya, konselor , mengkonfrontasikan , karena ada kemungkinan juga klien juga menyumbang andil dalam pecahnya hubungan perkawinan itu.

PENJELASAN
SISI BEHAVIOR
• Menggunakan prinsip dasar “classical conditioning”dari I.Pavlov.
• Terapi Behavior diperlukan untuk melemahkan hubungan antara situsi permasalahan dengan reaksi yang timbul darinya.
• Sisi perilaku yang dihadapi klien adalah, bahwa klien merasa kebingungan apa yang harus ia lakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.
• Klien juga menghadapi kemarahan dan kekecewaan yang berakibat terganggunya kegiatan pekerjaan, dan juga gangguan fisik lainnya.
• Prinsip dari sisi behavior adalah bahwa perilaku yang mengganggu, apabila tidak mendapatkan dukungan dari pikiran yang salah (secara kognitif) maka akan menjadi lemah.Hal ini disebut Extinction.
• Disisi lain, dengan sisi behavior ini, klien diberikan tantangan untuk tetap berada dalam masalahnya, selama ia tidak berani untuk menghadapi masalahnya itu.

PENATALAKSANAAN
SISI BEHAVIOR
• CBT bersifat aktif ,dimana terapis banyak terlibat dalam pemilihan pilihan dan tugas individu.
• Tujuan yang akan dicapai direncanakan secara matang.
• Pemberian tugas –tugas dan pemantauan kepada klien untuk mempercepat proses penyembuhan.
• Exploring options: Konselor aktif menyodorkan pilihan-pilihan perilaku kepada klien.
• Fascilitating actions: konselor memberikan tugas untuk mempercepat penyembuhan klien.


MENGAPA GUNAKAN CBT?
• Pemahaman bahwa emosi dan mood dipengaruhi oleh faktor tambahan pada kapasitas berpikir dan perilaku seseorang.Untuk merubah pikiran kita, kita harus merubah perilaku kita.
• Ada 5 hal yang mempengaruhi emosi :seleksi situasi, modifikasi situasi, Pemusatan atensi, perubahan kognisi dan modulasi respon.Hal pertama, kedua, dan kelima merupakan target dari terapai behavior, sedang hal ketiga dan keempat merupakan target dari terapi kognitif.Hal inilah yang akan digabungkan.

CONTOH TUGAS BAGI KLIEN

 

What You Did
Mainly Cognitive
Mainly Behavior
Memunculkan pikiran untukmeminta tolong kepada orang lain.

 

X
Mengingat perasaan yang mengganggu, dan memikirkan cara mengatasinya
X

 

Mengalihkan perhatian kepada pikiran yang konstruktif, dan rasional
X

 

Menenangkan diri,menarik nafas panjang untuk mengurangi stres

 

X
Memikirkan atau membayangkan cara keluar dari permasalahannya.
X

 

Memilih diantara menyerah dan tetap menderita, atau bangkit dan melakukan sesuatu
X

< Sebelum   Berikut >