Tuesday, 06 January 2009
SEFT ( SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE )dan SELF RELAXATION sebagai ANGER MANAGEMENT
Friday, 01 February 2008
Lompat Ke
SEFT ( SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE )dan SELF RELAXATION sebagai ANGER MANAGEMENT
Langkah Terapi

Salam Psikologi dari saya, Marbusan ! Saudara, banyak cara ditawarkan dalam dunia Psikologi untuk mengelola amarah. Kebanyakan memang menawarkan pendekatan peningkatan kesadaran (supra consciousness) dimana seseorang akan dapat mengenali gejala fisik dari amarah dan diharapkan dapat mengatur ritme amarah itu. Kembali lagi, bahwa langkah tersebut akan berhasil dengan latihan yang teratur dan akan lebih baik bila ditambahi dengan terapi spiritual, seperti latihan menarik dan menghela nafas yang dipadukan dengan wirid. Kali ini saya mengajukan suatu pandangan klinis pemanfaatan terapi SEFT sebagai salah satu cara yang bisa digunakan dalam anger management. Semoga bermanfaat !

I. FISIOLOGI MARAH .

Saudara, amarah seringkali didefinisikan sebagai energi rangsang stimuli secara emosional dan melibatkan kondisi fisik yang ditujukan sebagai bentuk perlindungan diri dari ancaman atau sifat ketidaknyamanan baik secara nyata maupun tidak . Amarah dikatakan sebagai reaksi emosional yang melibatkan kondisi fisik karena apabila kita amati, amarah akan menyebabkan jantung berdebar-debar,tekanan darah meningkat , pernafasan cepat dan reaksi lain yang seringkali bersifat individual . Mencuplik dari artikel di wikipedia.org yang berjudul anger , ekspresi  marah akan menonjol pada dua hal ekspresi wajah dan bahasa tubuh dimana kedua hal tersebut menunjukkan agresifitas yang ditujukan keluar.

Otot wajah dan kepala sangat dipengaruhi oleh amarah tersebut .Wajah menjadi tegang , otot alis akan tertarik sehingga kita melihat orang yang marah pandangannya akan tajam bahkan bisa melotot pada obyek kemarahannya .Lebih lanjut lagi karena kita tahu bahwa ada saluran penghubung  antara mata dan hidung maka  kita bisa melihat cuping hidung kembang kempis dan rahang terkatup rapat  .

Banyak orang yang bertanya mengenai efek dari reaksi fisik tersebut . Secara normal, amarah memang suatu “alarm”terhadap ancaman atau ketidaknyamanan yang dialami oleh seseorang .Secara singkat dijelaskan bahwa perubahan fisik yang menyertai amarah sebagaimana dijelaskan diatas akan meningkatkan kewaspadaan akan serangan , rasa sakit dimana seseorang akan dipacu untuk membangun “benteng pertahanannya “. Secara unik pula dijelaskan bahwa reaksi amarah juga refleksi dari meningkatnya kepercayaan diri dan rasa aman . Tetapi , amarah yang tidak terkontrol tetap merupakan hal yang kurang baik, baik individu itu sendiri maupun lingkungan sekitarnya bahkan dapat berimplikasi pada suatu tindakan hukum.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Novaco ,Tindakan otonomik secara primer dipicu melalui aktivitas homon adrenomedullary dan  adrenocortical . Sekresi oleh adrenal medu;;a dari catecholamin , epinefrin , dan norepinefrin serta adrenal cortex dari glucorticoid menghasilkan efek sistem simpatetik yang menggerakkan tubuh untuk melakukan tindakan ( mis; pelepasan glukosa yang disimpan didalam hati dan otot sebagai glikogen ) .Pada saat marah , aktivasi katekolamin akan lebih kuat norepinefrin daripada epinefrin ( kebalikannya berlaku pada kasus ketakuan yang sangat ) .Efek adrenocortical, yang lebih lama bertahan dibandingkan efek  adrenomedullary , dimediasi oleh pembentukan kelenjar pituitary, yang juga akan mempengaruhi kadar hormon testosteron .Sistem dari  pituitary-adrenocortical dan pituitary-gonadal diperkirakan juga berpengaruh pada kesiapan atau potensialitas dari respon amarah tersebut.

Pada tinjauan ilmu syaraf , ditunjukkan bahwa emosi dibentuk oleh multi struktur di dalam otak .Proses cepat , minimal, dan evaluatif signifikansi emosional yang berasal dari sensor data , diproses ketika data yang ada melewati amygdala, dalam perjalanan dari organ sensor sepanjang jalur syaraf menuju limbic otak di bagian depan .Tentang bagiamana emosi dilampiaskan tergantung pada kebiasan individu , pola kepribadian, juga adat istiadat yang dianutnya .

II.vSEFT

SEFT merupakan suatu terapi Psikologi yang pertama kali ditujukan untuk melengkapi alat psikoterapi yang sudah ada , seperti contohnya metode desensitisasi atau pengurangan sensitifitas terhadap pemicu Phobia atau ketakutan yang amat sangat yang seringkali diluar rasio terhadup suatu hal . Metode ini banyak memakan waktu bahkan bisa tahunan dan pasien akan merasakan ketakutan yang amat sangat karena diajak langsung berinteraksi dengan subyek ketakutannya .Misalnya , takut bulu maka klien akan diminta memegang bulu . sungguh tidak nyaman dan berat untuk klien yang bersangkutan .Kemudian ada suatu pandangan yang menyatakan  bahwa sebetulnya manusia tidak bisa dipisahkan dari segi jasmani dan rohaninya , dimana masing-masing sumber memiliki energi . Sebagai gambaran mudah , bila anda sedang marah , yang notabene adalah energi psikologi , anda akan merasakan gejala fisik misalnya kepala berdenyut-denyut , tensi meningkat , jantung berdebar lebih keras  , aliran darah ke wajah semakin banyak atau gejala fisik yang lain . Gambaran berikutnya , bila anda tidak ingin merasakan gejala fisik yang saya sebutkan diatas , anda harus membaskan diri dari energi Psikologi yang negative , dalam hal ini ADALAH LANGKAH ESENSIAL  yang ingin dicapai dalam SEFT .


III.SEFT dalam ANGER MANAGEMENT
 
Pada prinsipnya , saya pribadi berpendapat bahwa ada kemiripan antara SEFT dengan terapi relaksasi lainnya yaitu dengan ditandai munculnya perasaan relaks, pasrah dan peningkatan kesadaran supra .Bagi anda yang baru pertama kali mengenal SEFT, alangkah lebih baiknya mereview kembali tulisan saya yang berjudul SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique ) .

Saudara , pemahaman bahwa amarah adalah suatu energi emosional yang berkaitan erat dengan munculnya energi fisik adalah suatu petanda bahwa telah terjadi ketidak seimbangan antara kedua energi tersebut dimana kita bersama telah mengetahui bahwa kunsi SEFT adalah untuk membebaskan energi emosional yang dilakukan dengan teknik spiritual . Sayangnya penjelasan secara ilmiah masih belum terlalu banyak ada, terutama di Indonesia yang notabene masyarakatnya kurang menyukai penelitian ilmiah . Penjelasan secara ilmiah mengenai cara kerja terapi ini masih berputar-putar pada penjelasan mengenai cakra , meridian dan isitilah-istilah lain yang berbau “ke-India-Indiaan” Tidak heran bahwa sampai sekarang , penulis masih banyak menemukan dokter yang tidak yakin dengan metode yang dijelaskan .

Dalam perannya sebagai anger management , SEFT diyakini bekerja dengan tiga cara , yaitu adanya peningkatan kesadaran Supra yang didapat dari praktek set up, self relaksasi dari praktek afirmasi   dan melalui jalur fisik dengan cara membebaskan cakra dan median subyek sehingga energi positif akan kembali didapat Sebagai gambaran mudahnya adalah apabila amarah adalah api, maka salah satu cara memadamkan api tersebut dengan menggunakan air  .SEFT disini diibaratkan sebagai air karena ia bertugas membebaskan diri dari kungkungan energy negative dan menggantikannya dengan energy positif yang membawa kesegaran.

Secara pribadi , saya mengatakan pula bahwa tidak ada satu teknik yang benar-benar lepas dari teknik lainya  maka hal yang sama juga berlaku pada SEFT dimana ada keterkaitan antara self relaxation therapy ,SEFT itu sendiri dan Supra consciousness .Secara garis besar saya mengatakan bahwa pada tulisan diatas kita belajar bahwa amarah menciptakan ketidakseimbangan energy yang berimplikasi kepada munculnya  energy fisik . Saudara , kembali saya mengatakan bahwa kunci SEFT hanya ada 3 yaitu KIP ( Khusyuk, Ikhlas , dan Pasrah )

SEFT + SELF RELAXATION untuk ANGER MANAGEMENT

Seperti yang saya tulis dibagian awal , bahwa SEFT  adalah pengembangan dari EFT ( atau Emotional Freedom Technique ) dimana factor “S”adalah factor Spiritual . Hal ini sangat penting karena seringkali factor ini sangat berperan tatkala terapi EFT konvensional kurang maksimal memberikan hasil . Faktor Spiritual sangat penting karena merupakan hal esensial dan hubungan vertical “paling tulus” antara hamba dan penciptnya . Tidak ada perbedaan agama dalam pemberian terapi SEFT . Apapun kepercayaan atau agama anda , bisa menerima terapi ini .Kunci dari terapi ini adalah KIP ( Khusyuk, Ikhlas dan Pasrah ) . Beberapa yang menyebabkan terapi gagal antara lain :

* Peserta kurang minum (dehidrasi )
* Ada benda elektronik yang ada disekitar peserta yang “mengacaukan” terapi .Misalnya HP, Jam Tangan .
* Peserta kurang bisa Khusyuk , Ikhlas dan Pasrah
* Lingkungan yang berisik , tidak tenang dsb .



< Sebelum   Berikut >