Tuesday, 06 January 2009
Susahnya Merubah Diri Sendiri
Ditulis Oleh: Budi Santosa, S.Psi   
Monday, 20 August 2007

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan !
Saudara , kita pasti seringkali mendengar banyak orang mengomel,” Gak usah mengajari saya, lagipula anda sendiri juga masih banyak kekurangan ! “. Pasti sangat tidak nyaman berada dalam situasi seperti itu bukan ?
Pernahkah anda bertanya kepada diri sendiri , mengapa saya tidak bisa merubah kebiasaan buruk saya, meskipun sudah banyak metode yang saya gunakan ?

DIALEKTIKA RETORIKA = SUSAHNYA MEMOTIVASI DIRI SENDIRI

Saudara, bagi anda yang suka membaca maupun banyak buku, suka membuka situs internet pasti akan menemukan  bermacam saran, “terobosan” ( maaf saya berikan tanda petik , karena kalimat ini sebetulnya juga masih debateable), yang dapat anda gunakan untuk mengubah hidup anda, meraih hasil yang luar biasa  dan menajdi orang yang lebih sukses.

Sayangnya, kebanyakan dari mereka hanya mendapatkan manfaat jangka pendek semata, yang kemudian sayangnya kemudian terlupakan begitu saja.
Dalam pengamatan kelirumologi saya , paling tidak ada beberapa hal yang bisa menjelaskan hal ini .
 

MITOS 1--"You’ve Got The Power , So You Can Control It “
Dalam pengamatan saya , kebanyakan dari terapi “self help” meminta anda untuk melakukan dua hal , yaitu believe ( percaya ) dan juga focus . Setahu saya pula , selama metode tersebut bukanlah suatu metode yang menyentuh believe system ataupun religi personal , akan sangat sulit bagi seseorang untuk bisa konsisten menekuni hal tersebut . Saya berikan contoh  kelirumologi yang sederhana : pada saat pelatihan terapi sholat tahajud , kita bisa menanyakan kepada peserta tersebut apakah dia melakukan sholat 5 waktu ? bila ya , apakah tepat waktu ? Bila jawabannya tidak , kita bisa bertanya kembali , bagaimana anda bisa konsisten dan focus pada terapi sholat tahajud bila dia sering ketinggalan sholat 5 waktunya ?  dalam contoh diatas , kita bisa menyimpulkan bahwa percaya dan focus adalah dua hal yang berbeda dimana keduanya harus ada bila anda mau berubah . Bila anda ingin kekar , dan percaya bahwa anda bisa kekar dengan latihan di gym, maka anda juga harus focus pada usaha anda berolahraga tersebut . Bila tidak , maka sama saja anda berpikir kelirumologis.

Hal berikutnya adalah masalah kontrol . Bila anda setelah mendapatkan pelatihan NLP , misalnya , maka yang harus anda lakukan adalah mengontrol  baik diri anda sendiri , waktu, maupun keadaan emosional anda . Contohnya : Untuk bisa mendapatkan pikiran positif , anda berkomitmen melakukan afirmasi setiap hari pada pukul 04.30 BBWI selepas sholat Subuh . Dalam hal ini anda harus menggunakan kekuatan anda untuk mengontrol waktu bangun anda , mengontrol waktu istirahat anda . Pertanyaan , apakah anda mampu melakukannya? Ingat , bahwa sebetulnya terapi “self help” itu memang berasal dari pengamatan yang ilmiah , namun tetap saja bukanlah suatu hal yang bisa dilakukan dimana saja dan didepan siapa saja . Singkatnya , terapi tesebut “kurang berpengalaman di dunia nyata” .Contoh yang lain adalah : apakah anda bisa melakukan afirmasi berulang-ulang pada saat anda presentasi di depan bos anda ?

Saudara , ada pepatah mengatakan bahwa sesungguhnya kenikmatan hidup terbesar terletak pada saat kita mensyukuri apa yang kita miliki, daripada mendapatkan apa yang kita inginkan . Memang , seperti yang saya katakan pada awal tulisan , bahwa percaya dan focus adalah dua hal yang harus anda dapatkan untuk bisa meraih keinginan anda . Dari pengamatan saya pribadi , apabila apa yang anda minta adalah sesuatu yang bersifat material , maka seringkali kepuasan tidak dapat anda rasakan , bahkan sebelum tujuan itu tercapai .Contoh , seorang teman belajar memfokuskan diri dengan melakukan afirmasi agar dia bisa menabung dan membeli mobil idamannya . Pada saat keluarganya mengalami cobaan dan membutuhkan dana yang besar ( sebetulnya ada baiknya juga dia pingin beli mobil, sehingga dia bisa menabung meskipun kenyataannya utnuk keperluan yang lain ) , dan dia harus “membobol” tabungannya yang sekian lama itu , maka rasa marah , tidak lagi percaya , bahkan rasa dendam ingin segera menghabiskan uang yang dengan susah payah  ditabungnya itu muncul dengan hebatnya .
Kedua, bila anda melihat lebih dekat dan mencoba untuk mengikuti serta mengukur secara saintifik (sebagaimana yang pernah saya lakukan), akan tampak jelas bahwa sebagian besar orang yang sukses ternyata sedikit sekali mampu meraih tujuan yang telah mereka canangkan dan menerima sedikit
sekali hal-hal yang mereka harapkan dari tehnik-tehnik "self-help" tadi.
Pertanyaannya adalah bila ternyata tehnik-tehnik self-help terbukti gagal, maka mengapa hal itu terjadi?

Dari pengalaman saya temukan bahwa kita biasanya tidak mengetahui secara sadar apa yang membuat kita bahagia. Kita hanya berpikir apa yang kita lakukan. Karena itu, apa yang anda pikir anda inginkan (dari perspektif  kesadaran anda yang terbatas) dan apa yang benar-benar anda inginkan seringkali merupakan dua dunia yang terpisah.
Anda datang ke dalam hidup ini untuk mengalami sesuatu yang spesial, untuk memenuhi tujuan hidup yang unik. Dalam diri anda ada sesuatu yang saya anggap sebagai "sutradara" film kehidupan anda, yang telah diberi tugas untuk mengarahkan kehidupan sehari-hari anda agar anda bisa menjalani skenario yang telah ditetapkan serta memastikan bahwa anda akan memenuhi tujuan hidup anda.
Sangat penting untuk dipahami bahwa "sutradara" yang ada dalam diri anda itulah yang menjalankan pertunjukan, bukan kesadaran pikiran anda. Kunci keberhasilan dalam hidup ini adalah menemukan apa tujuan hidup anda, membangun hubungan baik dengan sang "Sutradara" tersebut, serta belajar
bagaimana anda bisa menjadi apa yang benar-benar anda inginkan dalam setiap keadaan.


MITOS 2—“SETIAP ORANG PASTI BERBEDA”
Sebagian besar pendekatan terapi self help menawarkan janji bahwa terapi tersebut dapat dilakukan oleh semua orang , tanpa efek samping , maupun manjur untuk semua orang . Sepengamatan saya , self therapy selain yang berbasis believe system maupun religi  tidak bisa menawarkan suatu pendekatan personal secara komprehensif  dalam pemecahan masalah yang dihadapi  klien . Contoh , saya melihat bahwa pada kondisi yang sama ( pasien dengan keluhan stress akibat tekanan kerja ) yang saya lakukan terapi relaksasi  manual dengan bantuan musik  , dibandingkan dengan terapi SEFT ( Spiritual Emotional Freedom Technique ) kondisi relaksasi dan , maaf meskipun agak kurang tepat istilahnya , memasuki masa trans yang berbeda  dimana terapi SEFT dengan lebih cepat memberikan perbaikan . Pada saat wawancara dia mengatakan bahwa denga terapi spiritual , ada hubungan vertical yang tidak bisa dijelaskan dengan kalimat yang membantunya merasa nyaman , aman , dan relaks . Hal ini merupakan suatu gambaran betapa kita sangat berbeda .
Perbedaan di antara kita teramat besar. Kita datang ke dunia ini membawa tujuan hidup yang berbeda-beda. Agar kita dapat meraih apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup ini, kita harus belajar untuk mengembangkan dan menerapkan berbagai pendekatan, tehnik dan strategi yang dirancang bagi
keunikan diri sendiri.

Kita perlu mempertimbangkan bahwa cara-cara yang ditawarkan oleh mereka yang berhasil dalam meraih sukses mereka hanyalah sebagai sebuah kemungkinan saja untuk menggapai sukses, tak peduli betapa pintar dan suksesnya orang tersebut, betapa baik bukti-bukti yang telah ditunjukkan pada anda, betapa anda percaya atau hormat padanya, atau betapa logis hal tersebut terlihat.

Jadikan setiap pendekatan "self-help", tehnik dan strategi untuk menemukan cara anda sendiri. Lalu, bentuklah, asahlah dan gubahlah. Lakukan eksperiment dengan pikiran terbuka, gunakan apa yang sesuai dengan anda,  lalu sisihkan yang lain. Mengapa? Karena jalan yang membawa anda menuju keberhasilan anda adalah unik bagi diri anda sendiri.

Lalu apa yang dapat anda lakukan ketika "self-help" gagal memberikan hasil yang anda ingnkan?

1--Berhentilah sejenak. Tenangkan diri anda. Ketahuilah bahwa anda tidak melakukan sesuatu yang salah.

2--Ingatlah bahwa bukan kesadaran pikiran anda yang sedang menjalankan pertunjukan hidup anda. apa yang anda pikir anda inginkan dan apa yang sesungguhnya benar-benar anda inginkan adalah dua dunia yang berbeda.

3--Daripada memaksakan diri mengikuti jalan orang lain, lebih baik anda  menemukan jalan anda sendiri. Pahamilah bahwa anda datang kemari untuk membuka jalan anda yang unik menuju keberhasilan diri.

4--Sadarilah bahwa setiap pendekatan "self-help" hanyalah sebuah jalan mungkin menuju sukses anda. Lakukan percobaan dengan pikiran terbuka, gunakan metode yang cocok bagi anda dan lupakan yang lain.

5--Anda boleh terus menginginkan apa yang anda pikir anda inginkan, tetapi mengalirlah bersama apa yang anda rasa paling kuat memotivasi diri anda untuk bertindak.

6--Percayalah bahwa "Sutradara" hidup anda sedang menjaga anda dari  balik layar kehidupan anda. Anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan atau mungkin lebih baik yang lebih sesuai dengan "diri sejati anda" dan keunikan tujuan hidup anda.

7—Kembalilah kepada kepercayaan spiritual anda .

Semoga Bermanfaat

< Sebelum   Berikut >