| Cermati Ancaman Anemia pada Anak |
| Kontributor: Admin | |
| Saturday, 12 April 2008 | |
Anjuran : Berdiskusi dengan dokter anak yang telah berperan pada kesehatan si anak dan berpartner bersamanya adalah tindakan yang lebih bijak, dibanding bertindak sepihak berdasar kesimpulan sendiri. Anemia, satu kelainan darah yang lazim sekarang kini, terjadi saat ukuran jumlah sel darah merah menurun. Akibatnya akan menimbulkan masalah kesehatan, karena sel darah merah mengandung haemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk kelelahan pada seluruh organ tubuh.
Anemia timbul karena beberapa penyebab, namun dapat dikelompokkan berdasar mekanisme tubuh, adalah :- Kerusakan sel darah merah. - Kehilangan darah - Produksi sel darah merah yang tidak cukup Penyebab lainnya adalah kelainan organ, masalah nutrisi tertentu, infeksi, jenis kanker tertentu, atau akibat konsumsi obat tertentu. Pertanda dan Gejala Anemia Saat awal biasanya, kulit penderita akan memucat, begitu juga akan tampak pada bibir dan kuku. Perlahan kondisinya akan menurun, walau perubahan itu akan sulit diamati. Gejala yang tampak lainnya adalah : - iritasi - kelelahan yang sangat - lesu, terasa seperti hendak terserang flu dan denyut jantung akan meningkat cepat. Bergantung pula pada penyebab anemia, gejala seperti kulit menguning juga muncul, serupa pula pada bagian putih di mata, kepucatan makin meluas, dan air kencing yang berwarna seperti teh. Pada usia bayi dan batita, anemia karena kekurangan zat besi dapat mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan. Antara lain ditunjukkan pada respon, juga akan bermasalah pada interaksi sosial dan penurunan pada kemampuan lainnya. Hambatan ini akan terus mengikuti hingga usia sekolah, bila kekurangan zat besinya tak tuntas ditangani. Sejak Dini Hindari Anemia Tak semua anemia dengan mudah ditangani, bergantung dari penyebabnya. Namun, kekurangan zat besi dapat dihadapi sebagai bentuk awal timbulnya anemia. Tetapi, tindakan terbijak adalah lebih awal berdiskusi dengan dokter yang telah memiliki catatan medis si anak bersangkutan. Beberapa penanganan yang diketahui dapat menghindarkan dari anemia, antara lain : - Konsumsi Susu yang cukup. Peran ibu yang berkenan menyusui pada 6 bulan pertama usia bayi, adalah sangat penting dan luar biasa. Setelah itu, saat pertumbuhan bayi dapat sangat cepat, bisa jadi asupan ASI tidaklah memadai, sehingga dapat dibantu dengan konsumsi susu tambahan, baik dari susu sapi atau susu formula. Patut diingat, bahwa susu sapi tidaklah cukup baik bagi bayi dibawah 1 tahun, karena kadar zat besi didalamnya terkadang kurang memadai. Pemberiannya pun harus mempertimbangkan kapasitas yang seimbang, antara 709-946 mili-liter.
|
| < Sebelum | Berikut > |
|---|



Anemia, satu kelainan darah yang lazim sekarang kini, terjadi saat ukuran jumlah sel darah merah menurun. Akibatnya akan menimbulkan masalah kesehatan, karena sel darah merah mengandung haemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk kelelahan pada seluruh organ tubuh.
Anemia timbul karena beberapa penyebab, namun dapat dikelompokkan berdasar mekanisme tubuh, adalah :

