| Kurang Makan Menurunkan Sistem Kekebalan ? |
| Ditulis Oleh: admin | |
| Friday, 11 April 2008 | |
|
Masih ingat, kapan salah satu anggota keluarga atau diri sendiri menderita demam atau flu ? Ada sebuah hasil riset yang menasehatkan satu kalimat pendek saja, tingkatkan asupan makan. Dibalik keprihatinan melihat antrian panjang atau tingginya bahan pokok makanan yang terhubung langsung dengan kemampuan belanja masyarakat, tersisa sebuah ketakutan bila ternyata akan berakibat pada tindakan yang katanya 'sementara hingga harga turun', yaitu mengurangi asupan makanan sehari-hari. Dari tiga kali makan menjadi dua kali, atau lebih dari itu. Maka akan terjadi kehilangan sebuah nilai ideal sistem pertahanan tubuh. Hendakkah sakit hanya gara-gara salah perilaku, yang sebenarnya tak perlu terjadi ? Sebuah publikasi hasil pengamatan terhadap satu kelompok spesies tikus yang telah diperlakukan dengan mengurangi jatah makannya, ternyata telah menurunkan sistem kekebalannya. Publikasi ini telah terbit dalam bulan Mei-Juni tahun 2007. Lebih jauh, para peneliti mencoba menaikkan takaran makanan sebesar 30% ternyata telah juga menaikkan jumlah sel B dalam sistem kekebalannya. Sel B berfungsi memproduksi antibodi dan mengelola catatan ketahanan tubuh, karena dapat tetap bertahan dengan tangguh hadapi infeksi dan penyakit. Seorang peneliti yang terlibat, Lynn Martin, menyatakan; dengan mengurangi 30% makanan, sebenarnya tak akan mengurangi bobot, dan hanya berpengaruh pada aktifitas hewan percobaan itu. Namun ternyata telah menurunkan daya tahan tubuh mereka dalam kurun waktu yang lebih lama. Pertanyaan berikutnya, tentu saja adalah apakah akan terjadi hal yang sama pada manusia. Ternyata pada kejadian-kejadian serangan infeksi akan terjadi secara rutin dan dapat menjadi kronis pada anak-anak yang menderita malnutrisi. Dalam studi yang telah dilakukan sebelumnya, terhadap perilaku vaksin yang diberikan pada anak-anak yang menderita malnutrisi, turut menurun daya dorongnya terhadap kinerja sel B. Penelitian ini tentu menuntut riset lebih lanjut pada kandungan-kandungan kalori, protein, serta mikro nutrien, akankah juga mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh. Sumber : Jurnal Universitas Chicago, terbitan 1 April 2008 |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|





