| Pengaruh Perubahan Iklim Abad 21 |
| Wednesday, 30 July 2008 | |
Sebuah laporan setebal 284 halaman dari U.S. Environmental Protection Agency, lembaga perlindungan lingkungan tentang ancaman Pemanasan Bumi terhadap manusia telah dirilis pada akhir bulan Juni 2008 lalu, di Washington.Laporan itu menyebutkan bahwa kaum miskin, orang tua dan anak-anak akan lebih mudah menderita sakit dibanding kelompok lain. Hal itu disebabkan perubahan cuaca yang tak terduga, seperti hawa yang panas menyengat, atau banjir. Kualitas udara yang buruk juga turut mempengaruhi, bukan saja karena polusi semata seperti dirilis ditahun 70an, juga akibat ikatan oksigen yang tak dapat sempurna diperoleh. Diprakirakan sekitar 10% warga dunia yang akan menderita sakit karena cuaca yang tak menentu tersebut. Dalam kesimpulan laporan itu juga lebih lanjut dipaparkan bahwa perubahan iklim telah mulai menunjukkan ancaman nyata pada sistem kesehatan dan kekebalan tubuh manusia, sehingga disarankan untuk meninjau kembali berbagai sistem kegiatan yang biasa berlangsung sehari-hari. Pernyataan ini juga kembali ditegaskan oleh pimpinan riset EPA, Joel Scheraga saat konperensi pers untuk laporan lingkungan tersebut. Berbagai teknologi yang dinilai maju namun ternyata telah menerbitkan banyak emisi merugikan. diminta untuk ditata ulang dengan peraturan agar prakiraan kenaikan suhu sebesar 7.5 derajat Fahrenheit dapat dihindari. Hingga laporan EPA ini diterbitkan, telah ada 21 laporan penelitian tentang pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan dan kekebalan tubuh manusia, yang secara signifikan tunjukkan degradasi tajam. |
| Berikut > |
|---|



Sebuah laporan setebal 284 halaman dari U.S. Environmental Protection Agency, lembaga perlindungan lingkungan tentang ancaman Pemanasan Bumi terhadap manusia telah dirilis pada akhir bulan Juni 2008 lalu, di Washington.

