Tuesday, 06 January 2009
himprass
R Community-Enciety
studiolanskap.or.id
pramita
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Butiran Nasi...
Wednesday, 16 April 2008
Beberapa minggu terakhir, marmotji selalu dag-dig-dug.
Bukan masalah tagihan kost-kostan yang sudah tidak bisa mundur lagi.
Tapi masalah sumber makanan dan minum-nya yang terancam hilang. Yah, ndak usah bertanya-tanya, ya mana lagi kalo bukan warung si Gondrong.

Bisa ditakar, bisa dijadwal dan yang penting bisa dihutang.
Semata-mata bukan karena si Gondrong sangat mafhum, bahwa marmotji anak T4, tetapi karena sudah jadi aturan main warungnya.
Membership warungnya adalah ngutang.

Akhir-akhir ini, ada isyu adanya pentertiban warung PKL. Katanya seh.
Ketidakpastian itu yang bikin dag-dig-dur-dherr...

Kapan hari, ada orang pake seragam yang serupa manusia polisi pamong praja, minum kopi di warung Gondrong.
marmotji beranggapan yah dia berhak masuk warung, minimum butuh duduk.

Ya udah. Ngapain harus bercuriga. Orang kayak begitu, ndak pantes dicurigai.
Kalo ada orang ngaku Tuhan terus masuk warung, nha itu baru dicurigai.

Lagipula Gondrong bukan pula macam orang yang terbiasa menundukkan kepala hanya melihat seragam.
Sepantasnya Gondrong ini bisa diangkat jadi Guru Besar bidang ilmu Percaya Diri. Karena pengamatan marmotji, belum tentu yang disebut seorang guru besar atau profesor bisa ajarkan bagaimana percaya diri.

Faktanya aja, mana ada orang yang sedang menjabat, mampu mengendalikan diri, bisa menata diri ? Kebanyakan sih mampunya cuman mrentah. Karena memerintah itu butuh kekuatan moral, ya udah, harus percaya diri. Bener gak ? Mana ada yang kemudian membuat suasana kinerja dirinya menjadi lebih berat dari anak-buahnya ? Itu mah atasan bento....bener gak ?

Kembali ke orang berseragam mirip polisi pamong praja itu tadi.
Setelah satu-dua hirup kopi, dia mulai berbunyi.
Nanya hasil warung, nanya siapa aja yang nongkrong, nanya yang datang banyak anak muda atau orang tua. Wesss...pokoknya macam-macam.

si Gondrong ya enteng aja njawab, wong masih bingung ma jumlah literan minyaknya yang tinggal seliter. dia cuman mengedip ke marmotji, minta tolong nyari 5 liter lagi. Wesss....
marmotji tahu ada sumber minyak yang bisa diutang sewaktu-waktu.
Yaa..kemana lagi, kalo ndak ke ustadz Farhan. Karena ustadz satu ini, tak pernah habiskan minyak sampai setengah liter sehari. Aneh juga....tapi gak usah dibahas, itu kan urusan dalam negeri rumah tangga sang ustadz.
Gak ada setengah jam basa-basi, minyak tanah sudah pindah tangan, pake ngutang, besok dikembalikan juga pake minyak tanah plus kopi segelas. Suwun...ustadz...

Ternyata warung sudah berbeda suasananya...
Gondrong bersungut, mahasiswa yang biasa nongkrong ngobrol kegiatan himpunan setelah kuliah malam, semuanya hilang.

Ada apa Ndrong ?
Gondrong cuman arahkan dagunya ke manusia berseragam satpol PP itu.
marmotji maklum, sambil bergumam, udah aku duga tadi.

Eeeh...mas...mas...mas...bisa nanya bentar.
manusia itu acung-suara.

Sampeyan ikut warung ini ?
enteng aja marmotji njawab, ya iyalah pak. wong makan-minum disini ya jelas ikut warung ini. Kalo ikut orangtua, ya pasti makan-minum di rumah orang tua pak.

Sampeyan bisa jawab pertanyaan saya. Pelanggan tetap warung ini berapa, jajan disini ada berapa jumlahnya, biasanya dijual berapa'an, yang dibayar berapa, yang diutang berapa, yang biasanya ditilep berapa ?

hehehehe...marmotji langsung ngakak...
pak, gak salah kalo nanya. Kenapa ndak mulai nanyanya dari jam berapa warung ini mulai kerja, berapa tenaga kerjanya, berapa jam satu orang macam temen saya Gondrong ini bekerja, lalu bisa bikin masakan apa saja, bisa bikin minuman apa aja.

lhoh, anda itu saya tanya, kog malah ngajarin, itu suka-suka saya nanya, benar ato enggak itu urusan saya.

Pak, bagi saya, marmotji nee..pak.
Jawaban benar baru bisa diberikan bila pertanyaannya benar pak. Jika pertanyaannya salah, apalagi jawabannya.
Nhah, sebagai aturan akhlak kan, kalo ada kekeliruan harus diluruskan dengan santun. Tadi kan sudah saya contohkan.

Saya ini nanya kog malah disuruh mikir salah-bener. Kamu itu maunya apa ?

Lho..kog aneh bapak ini. Saya maunya ya cuman njawab ajakan anda ngobrol, gak lebih.

Jadi ndak mau njawab, ndak usah berbelit ah...

Yee...kasihan bapak ini....

Masih untung si manusia berseragam ini tidak bertanya berapa banyak sisa nasi yang tak termakan orang-orang yang sarapan, makan siang, makan sore di warung ini.
Padahal...wuuuuuuaaaaaaahhhh...kalau dikumpulin...
jangan-jangan bisa jadi nasi-aking kualitas prima.

marmotji pernah mencoba memunguti bungkus demi bungkus yang terbuang dengan isinya, sebelum akhirnya Gondrong marah, dia malu katanya, lihat temannya bersikap seperti memulung.

Padahal sudah dijelaskan, hanya ingin menghitung berapa prosentase nasi yang tak termakan dalam satu bungkus. Katanya apa-apa naik harganya, apa-apa mahal. Tapi kog sempat buang nasi sia-sia?

Ah...kalo dibilang tak bisa berhemat, rasanya berlebihan. Tapi kayaknya, budaya ras manusia nusantara ini adalah buang-buang. Seperti halnya marmotji yang hobinya buang-buang asap....yang ternyata tindakan kampanye anti-nya lebih boros daripada kampanye menghemat bahan bakar. Hahahahaha....Dasar...

Sama halnya dengan manusia yang petantang-pententeng dengan seragam mirip Satpol PP itu. Nanya aja boros, ndak tahu mana yang bisa dipahami sebagai sumber, dan mana yang dipahami sebagai hasil.
Apalagi yang ditanyain Gondrong...

Emangnya ada gak seh, himbauan dari sumber kebijakan hidup -niru perkataan hermawan kertajaya-, wahai manusia, janganlah engkau berhemat, karena akan membuat temanmu tak dapat rejeki... heh ?

Rasanya bukan gitu deh.

Yah, marmotji harus belajar berhemat pula neh, menghemat cara berpikir, menghemat cacian, menghemat bahasa yang tak perlu, menghemat perilaku menyakitkan seperti hematnya barokah butiran nasi yang terbuang....



< Sebelum   Berikut >
 
Catatan Kependudukan Selandia Baru 2004

article thumbnailPada tahun 2004, Biro Statistik Selandia Baru menunjukkan sebuah data kependudukan yang menarik. Dimulai pada tanggal 30 Juni, populasi diperkirakan berjumlah 4.061.300 jiwa. Saat itu diprakirakan...
Selengkapnya

Menimbang penerapan Six-Sigma

article thumbnailBerbagi.NET. Seberapa besar kini, ketertarikan tentang six sigma ? Semestinya penerapan six sigma sudah menjadi kebutuhan. Pada awalnya, six Sigma dibentuk sebagai sebuah upaya mengatur proses...
Selengkapnya

Semangat!

Satu waktu dalam hidup pernah terasakan lemah,lunglai,lemas,lesu dan bahkan lembek. Ada sesuatu yang menguras seluruh energi tubuh dan membuat enggan lakukan apa pun. Bahkan rasanya tak mampu...
Selengkapnya

HAM Korban vs HAM Pelaku Kriminal

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan !Saudara, beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan istri saya mengenai empati dalam menyikapi tindak kejahatan. Apakah anda akan berempati pada korban,...
Selengkapnya

desava
LawuHandmade
AriesTranslation
Diskriminasi Pada Wanita Hamil masih Berlangsung di AS

article thumbnail Sebuah studi National Partnership for Women and Families pada data EEOC pada tahun fiskal 1992 hingga 2007 , menunjukkan kenaikan 65%  pada kejadian tindak diskriminasi pada wanita hamil di...
Selengkapnya

Statistik Ketidakpastian Internet di Indonesia

article thumbnail Ada satu bentuk promosi yang memancing gelak tawa, saat menjadi salah bahan diskusi di sebuah forum. Tajuk promosi itu adalah pentingnya internet sebagai bahan pembelajaran. Tajuk itu pula yang...
Selengkapnya

Masalah Kenyamanan Kerja

article thumbnail Dalam posisi saat kerja dikenal istilah ergonomi. Istilah ini dikaitkan dengan kenyamanan dan produktifitas, baik sendiri atau bersama waktu berinteraksi. Karena itu banyak cara untuk memberikan...
Selengkapnya

Pengaruh Perubahan Iklim Abad 21

article thumbnail Sebuah laporan setebal 284 halaman dari U.S. Environmental Protection Agency, lembaga perlindungan lingkungan tentang ancaman Pemanasan Bumi terhadap manusia telah dirilis pada akhir bulan Juni...
Selengkapnya