Tuesday, 06 January 2009
himprass
R Community-Enciety
rcayadi
studiolanskap.or.id
pramita
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Dinamika Santun berPengetahuan
Sunday, 02 March 2008
Di masa kecil marmotji, ada seorang Master Ceramah di kasetnya pernah bilang, si kaya belagu masih mending, dibanding dah miskin masih pula belagu.

Yah si master ini pun menurut marmotji waktu itu dah bener, walau kini marmotji merasa ndak ada benernya sama sekali.

Bagi marmotji, si kaya bisa bermanfaat maksimal dan gak belagu pun, masih kalah jauh sama si miskin yang bisa bermanfaat maksimal dan blas ndak bisa belagu. Tapi masalahnya emang ada yah, si miskin tapi belagu.?

Nah, mari berdingklik-tika(daripada berdialektika, marmotji malah ndak bisa mikir kalo ndak duduk dingklik)

Pernah dengar kan besar pasak daripada tiang ? tapi pernahkah liat bangunan tanpa tiang tanpa pasak ? bila pernah liat, kira-kira masih ingat endak komentar apa yang pertama kali keluar ?

Kepikir ndak bahwa kalimat itu satu ketika akan lenyap bersama dengan berbagai kalimat peribahasa yang lain.
Tak ada pasak, tak ada tiang, dan tetap beratap.

Setiap saat pastilah ada perubahan, bahasa persisnya adalah dinamika.
Nah, tidak banyak yang dengan cepat, mampu mengikuti perubahan itu, walau dia sekaya Qarun. Bahkan pangkatnya hanya bisa dimiliki hanya beberapa gelintir orang aja.
Percayalah...

Terbukti, urut saja anomali-dingklik ini

Kasus susu-nya bu menteri. marmotji bilang begitu, karena bu menteri lebih nggegeri dibanding orang-orang IPB. Lha wong dia cuman dokter jantung. Jagonya ya cuman sebatas jantung manusia, bukan jantung tikus. Sebanyak-banyaknya bu menteri muncratkan kata buat ngomong, ya udah, paling-paling hasil dari baca, bukan pengalaman. Apalagi kasus jantung, ya pinter aja si presiden, masang menteri dari profesi ini, karena kalo tukang tambal ban, wah bisa gosong tikus-tikus percobaan itu. [ndak usah mikir, sama-sama ndak cerdasnya aja]

Makin banyak kekurangan fakta, biasanya jadi lebih banyak ngomong. Udahlah..percayalah.
marmotji pun yakin, gak bakal menteri itu maen internet, daripada jantungan baca ribuan blog yang kritisi omongan dia yang justru berbalik. Alih-alih melindungi rakyat, tapi malah membunuh harga dirinya sendiri.
si menteri sudah abai, gunanya apa pendidikan. Kalau cuman jadi kaum penurut, cukup cambuk, tidak perlu kelas.

Kasus PLN, alih-alih mengeranjangkan si Dirut, tapi ternyata malah bisa mainkan kartu cerita perusakan yang asyik. Rakyat memang tidak bisa dikonotasikan miskin, sehingga muncul istilah rakyat miskin. Jadi konyol pula mengakali peraturan negara yang mengharuskan keputusan politik TDL lewat palu meja dewan perwakilan.

Apakah masyarakat tahu proses politik kecuali kampanye ?

Anehnya lagi mengapa proses ambil keputusan harus pakai ketemu muka, padahal PLN sudah identik dengan teknologi modern. Atau barangkali sudah mau geser ke singkatan Pabrik Lampu Negoro ? karena malah jualan lampu hemat energi langsung ke masyarakat luas.
Jadi pura-pura tidak paham masalah, agar sempat manfaatkan situasi 'mengutil'.
Karena bisanya begitu, perubahan akan membawa kebingungan, nah disaat jeda karena semua sedang bingung, maka itulah kesempatannya, persis seperti kejadian lampu mati saat ada kenduri.

Dinamika adalah ketidakmapanan, situasi yang terus menuntut perubahan, seperti roda pedati saat masuki jalanan berlumpur. Siapa pun, saat menaiki pedati, dia harus turun, injak lumpur, dorong pedati.
Belepotan ?. Yah... jelas. Kalau pun ada yang tetap diatas pedati, malah seperti bermain problem, kalo tiba-tiba pedati terbalik, terkena batu, yah resikonya...kena lumpur deeeh...

Dinamika yang bisa jadi contoh adalah dinamika Muhammad saw, antara keberangkatan ke langit dan keputusan madaniyah. Tak ada perubahan kebijakan yang menyentak, tetapi perbincangan menuju titik awal perubahan sangat intens. Tidakkah semua menginginkan kemanisan selama hidup. Manis adalah manis, tak perlu pahit diantaranya. Tak perlu pengalaman untuk membedakannya, karena pengetahuan telah dianugerahkan.

Yang perlu dimaknakan lebih adalah, seberapa mampu mencerna dinamika jadi ublekan nasib.
Bisa tetep bersih, atau malah belepotan kotor dan tak bisa bersih lagi.

Bukan korban, bukan pelaku, tipis bedanya. Tetapi harus turut serta dalam dinamika. Yaa...persis sama dengan kasus susu dan tarif listrik.
Memang disadari harus ada usikan, agar lebih mahir terhadap goyangan waktu. Tetapi bagaimana mampu menyesuaikan diri. Bukan malah belagu, seolah tak ada lagi pilihan tersisa.

Namun, apakah tak ada sikap yang lebih santun saat menyampaikan perubahan ?
Gempa saja santun kog memberitahu saat hendak bergetar hebat, tak ada  di dunia yang berubah tanpa pemberitahuan, atau barangkali memang butuh ditambahkan, agar tegas, seperti Kitabullah, hanya untuk orang-orang yang berpikir ?

Yah, apa masih kebiasaan: ndak perlu belajar kalo ndak kepepet?

Maknakan sebuah bangsa tanpa pasak pemuda, tanpa tiang pengetahuan.
Lalaikah masa depan bangsa, tanpa atap kesantunan ?
< Sebelum
 
Kurs
Jual
Beli
 USD
11500.00 
10900.00 
 SGD
7815.20 
7382.20 
 HKD
1484.30 
1404.70 
 CHF
10364.05 
9797.05 
 GBP
16890.80 
15944.80 
 AUD
8199.85 
7727.85 
 JPY
124.03 
116.54 
 SEK
1466.00 
1378.50 
 DKK
2112.35 
1981.25 
 CAD
9671.35 
9126.35 
 EUR
15630.84 
14782.84 
 SAR
3075.40 
2895.40 
BCA Update
6-Jan-2009 / 08:07 WIB

Nilai tukar 1 satuan mata uang asing terhadap rupiah
Temuan Metode Baru Statistisi: Penghitungan Suara Hasil Pemilihan.

article thumbnail Lazim terdengar, pernyataan tentang kalah atau menang dalam pemilihan kepemimpinan wilayah, pemilihan keterwakilan dalam parlemen, adalah wajar. Dianggap wajar, Karena harus dan pasti terjadi....
Selengkapnya

Analisa Statistik dengan Uji T

article thumbnail Metode uji T sudah lazim dikenal sebagai alat uji statistik untuk temukan beda antara dua nilai tengah kelompok data yang independen. Beda antara keduanya untuk tunjukkan tak ada kaitan, tak ada...
Selengkapnya

EMPATI yang TERAMPAS

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan.Saudara,menyambung dari tulisan saya sebelumnya mengenai HAM antara korban dan pelaku kejahatan. Saya menulis mengenai kenyataan pahit dimana seringkali korban...
Selengkapnya

TIPS, Layakkah Saya Mendapatkannya ?

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan. Selamat bertemu lagi dengan kelirumologi, setelah beberapa tulisan saya mengulas topik yang dianggap beberapa teman termasuk “berat”. Saudara, kali...
Selengkapnya

desava
LawuHandmade
AriesTranslation
Pengujian Piranti Lunak komputer yang sertakan Analisa Statistik

article thumbnailPengujian secara statistik menyajikan sebuah pendekatan yang saat ini telah mapan sebagai prakiraan tentang kemampuan sebuah piranti lunak. Cara utamanya adalah menguji fungsi-fungsi yang diingini,...
Selengkapnya

Diskriminasi Pada Wanita Hamil masih Berlangsung di AS

article thumbnail Sebuah studi National Partnership for Women and Families pada data EEOC pada tahun fiskal 1992 hingga 2007 , menunjukkan kenaikan 65%  pada kejadian tindak diskriminasi pada wanita hamil di...
Selengkapnya

Masalah Kenyamanan Kerja

article thumbnail Dalam posisi saat kerja dikenal istilah ergonomi. Istilah ini dikaitkan dengan kenyamanan dan produktifitas, baik sendiri atau bersama waktu berinteraksi. Karena itu banyak cara untuk memberikan...
Selengkapnya

Untungnya menyusui dengan ASI

article thumbnailDiperkirakan 9 juta bayi meninggal setiap tahun diseluruh dunia. Menyusui dengan ASI dapat menyelamatkan 6 juta bayi lainnya dari penyakit menular.1. Memberikan imunisasi awal. Colostrum atau ASI...
Selengkapnya