Tuesday, 06 January 2009
himprass
R Community-Enciety
studiolanskap.or.id
pramita
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Gegar Budaya
Tuesday, 10 June 2008
Barangkali sudah terlampau telat menyadari, bahwa meniru adalah perilaku bayi agar cepat dianggap pinter oleh orangtuanya.

Ada seorang teman yang terheran-heran, bayinya bisa bermimik seperti dia. Bahkan ada seorang ibu yang tertawa-tawa heran, bercerita; eh tji, anakku sudah bergumam sepertiku loh...

Haduh...si emak muda ini gak tahu, betapa jagonya bayi meniru dan merekam, mangkanya ati-ati kalo memaki. Hari ini barangkali gak akan berbunyi, ntar kalo sudah remaja, baru tahu rasa. Kebingungan, anaknya jago banget memaki. Padahal meniru dari emaknya sendiri.

Seperti halnya tahun 80an atau 90an.
Demam meniru petingkah musik terbawa hingga pentas sekolah, sampai-sampai ada kepala sekolah di kota besar harus dimutasi ke pelosok desa, hanya salah menegur.
Gimana gak salah menegur, yang ditegur anak seorang gubernur, agar tidak meniru Janet Jackson waktu pentas sekolah...

Si anak mengadu ke bapaknya, dan karena si bapak adalah penguasa propinsi, gampang saja, tak perlu ditegur, pindahkan saja si kepsek ini ke daerah pelosok, hanya gara-gara pikirannya yang ndesit. Ndak bisa ngikuti jaman.

Wong niru petingkah di video saja, kog dilarang. Ndak bener ituuu...

Apalagi sekarang... saat budaya demokrasi sudah begini muuaajuu... kentut saja boleh pake mikropon.. bahkan saat nonton presiden ngoceh pun ndak usah repot, pengen kentut ya kentut..sudah hak-nya. Coba hanya gara-gara menghormati, mosok harus nahan kentut, apa kalo mules, apa ya presiden yang ngerokin ?

Sudahlah..hargai saja hak kentut berbunyi dan berbau...itu manusiawi.

Sama saja, dengan orang ngomong, perkara ada yang tersinggung sampe jengkel. Yaa salah sendiri kog dengar. Ndak mau dengar, ya ngapain masih pasang kuping.
Goblok bener, ndak suka, kog masih ndengerin.

Atas nama kekritisan, sejelek apa pun yang harus didengar.

Mosok ndak malu sama Rasulullah. Menjelang Beliau hendak berpulang aja, masih bertanya, apa ada yang merasa berpiutang dengan Beliau.
Saat ada yang mengaku, ya..Anda, yaa Rasulullah, masih punya utang sama saya, utang pukulan.

Lhaaah...sontak yang dengar, marah.
Kurang ajar banget ni orang, seorang pemimpin umat dibegitukan.. apa ndak malah sedih, mau ditinggal selamanya.

Ituuu...duuuluuu....
kritis yang santun, dan berhadap-hadapan.

Lhaaah..ini ?
santun...darimananya ?
dianggap beragama..darimananya ?
apa ya asal bisa dianggap kritis, dan dibiarkan, ndak peduli makan sekolah atau enggak ?
Lhah..ini gantian bego deh...
 
Semakin tua, semakin tinggi tingkat pergaulan, rasanya kesantunan makin tinggi, dan bahasa yang dipake tuh makin tinggi maknanya... enggak asbun...asal bunting eh...salah... asal bunyi.

Kekritisan berpikir ala anak SD, yang dikit-dikit tanya harus pula dibedakan dari kekritisan seorang ibu rumah tangga yang dikit-dikit tanya mengapa ada hubungan kenaikan harga listrik sama naiknya harga cabe-kriting.   

Jangan-jangan marmotji memang sudah waktunya dibuang ke desa pelosok, saking ndesitnya. Ndak tahu jaman sudah berubah.

Marmotji sih sudah selalu mikir, semakin peka perasaan kita, barangkali sudah saatnya semakin tajam rasa takut menyinggung hati orang lain.
Bukan malah makin tahu macam-macam, trus seenak udhel, teriak-teriak, nuding-nuding, bahwa semuanya goblok dan ndak tahu diri.
Barangkali marmotji sudah lupa ada yang namanya Gegar Budaya.
Ada orang yang sangat merasa tahu, dan merasa berhak teriak-teriak kacak pinggang atas nama kritis..dan dibiarkan lepas dijalanan memajang aurat lingkungan, tanpa pernah bisa tahu bagaimana memperbaikinya...

Rasanya mending ndlosor di jalan, lalu Gegar Otak, daripada Gegar Budaya, karena nyakitin orang yang mustinya tak perlu terkena.
Kog nyuruh orang sakit, mbokyo sakit sendiri aja kenapa ?

< Sebelum   Berikut >
 
Statistik dalam Perdagangan Saham

article thumbnail Dalam perdagangan, adalah lazim jika yang menjadi perhatian adalah angka, angka dan angka. Seolah menjadi maklum saja, jika statistik pun bisa dipakai sebagai alat analisa. Benarkah demikian ?...
Selengkapnya

Temuan Metode Baru Statistisi: Penghitungan Suara Hasil Pemilihan.

article thumbnail Lazim terdengar, pernyataan tentang kalah atau menang dalam pemilihan kepemimpinan wilayah, pemilihan keterwakilan dalam parlemen, adalah wajar. Dianggap wajar, Karena harus dan pasti terjadi....
Selengkapnya

EMPATI yang TERAMPAS

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan.Saudara,menyambung dari tulisan saya sebelumnya mengenai HAM antara korban dan pelaku kejahatan. Saya menulis mengenai kenyataan pahit dimana seringkali korban...
Selengkapnya

HAM Korban vs HAM Pelaku Kriminal

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan !Saudara, beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan istri saya mengenai empati dalam menyikapi tindak kejahatan. Apakah anda akan berempati pada korban,...
Selengkapnya

desava
LawuHandmade
AriesTranslation
Pengujian Piranti Lunak komputer yang sertakan Analisa Statistik

article thumbnailPengujian secara statistik menyajikan sebuah pendekatan yang saat ini telah mapan sebagai prakiraan tentang kemampuan sebuah piranti lunak. Cara utamanya adalah menguji fungsi-fungsi yang diingini,...
Selengkapnya

Statistik Ketidakpastian Internet di Indonesia

article thumbnail Ada satu bentuk promosi yang memancing gelak tawa, saat menjadi salah bahan diskusi di sebuah forum. Tajuk promosi itu adalah pentingnya internet sebagai bahan pembelajaran. Tajuk itu pula yang...
Selengkapnya

Masalah Kenyamanan Kerja

article thumbnail Dalam posisi saat kerja dikenal istilah ergonomi. Istilah ini dikaitkan dengan kenyamanan dan produktifitas, baik sendiri atau bersama waktu berinteraksi. Karena itu banyak cara untuk memberikan...
Selengkapnya

Obesitas dan Penyakit Jantung

article thumbnail Dilihat dari segi estetika tubuh, orang yang kegemukan tampak kurang menarik. Dari segi kesehatan, orang yang kegemukan mempunyai resiko tinggi untuk terkena penyakit tertentu.Kegemukan atau...
Selengkapnya