Tuesday, 06 January 2009
himprass
R Community-Enciety
studiolanskap.or.id
pramita
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Guru Berdiri, Muridnya Gimana
Thursday, 13 March 2008
Pepatah seperti itu mungkin hanya ada dibenak marmotji, saat mengingat-ingat apa saja yang dibutuhkan saat dulu berangkat sekolah.
Guru adalah satu figur contoh yang begitu kuat diletakkan kultur di dalam lingkungan marmotji.
Contoh yang lain, mungkin saja datang dari orang tua.

Radio, hanya salah satu penanda waktu, acara-acaranya silih berganti setiap jam. Satu keuntungan bila tak ada jam yang menempel di dinding atau melingkar ditangan.
Justru karenanya, jam masih dilihat sebagai barang mewah kelengkapan suatu rumah.

Sebuah kebiasaan yang begitu kuat melekat dalam pikiran tiap orang yang sempat hidup di masa itu.
Tak ada jam, bolehlah radio sebagai penanda waktu. Jadi wajar saja bila ada jam jenis baru, jam karet.

Ya, gimana lagi, tak ada ketepatan menit. Tak ada hitungan mundur, 15 menit, 10 menit sebelum jam itu.

Kultur jam karet bukanlah sesuatu yang memalukan sekali, akhirnya hilang saat begitu banyak bentuk jam yang dijual dengan harga yang terjangkau bertahun kemudian.

Salah satu contoh orangtua yang menandai keberangkatan ke sekolah cukup dari acara RRI, yang memutar piringan hitam menyuarakan paduan suara Padamu Negeri, atau pada hari senin, pasti lagu Tanjung Perak, Tepi Laut..dan seterusnya..dan seterusnya.

Salah satu contoh guru menandai waktu istirahat adalah dari lewatnya iring-iringan sepeda motor polisi yang mulai berpatroli. Deru sepeda motor besar bercat putih, dari kejauhan cukup memberikan tahu beliau, bahwa istirahat dapat dimulai, dan kami berhamburan menuju pagar sekolah, hanya sekedar lambaikan tangan pada para polisi yang cukup ramah membalas dengan senyum gagah mereka.

Yah, begitulah contoh.
seperti pepatah lainnya juga, Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari.
Bisa bayangkan bagaimana bukan ?
Untungnya tak ada pepatah yang gambarkan bagaimana cara para guru berak, lalu sebaiknya bagaimana para murid mengikutinya.
ImageLalu mampukah anda, memaknai pesan gambar seperti ini ?

Apakah ada hubungan antara jongkok dan duduk saat berak, dengan nilai kecerdasan tertentu, sehingga perlu mengusik nilai kesantuan dengan mengunjukkan kata terimakasih.

Semoga hanya berbeda kebiasaan. Tetapi jika ternyata kebiasaan mampu menjadi pemisah antara batas inferioritas dan superioritas, maka bisakah  bapak-ibu guru mencontohkan sebaiknya bagaimana cara santun  saat menunjukkan rasa perut yang tak enak ? Apa cukup kata 'kebelet' ?

Pergaulan dalam lingkungan yang berbeda tentu memberikan pelbagai keterkejutan yang bisa menggiring kekaguman atau ketersingkiran. Gegar budaya ? Bisakah kegegaran mampu bikin kecerdasan bergaul, atau terbitkan kebijakan baru ?

Manakah budaya yang lebih baik diadaptasi ?
Jangan-jangan ada beberapa kebiasaan baik dan bagus terlepas begitu saja tanpa pernah ada yang resah. Tak pernah ada yang melakukannya lagi.

Saat tiba sebuah kebiasaan baru datang pun, menjadi sebuah batasan, tak ada lagi yang lebih baik darinya.

Aah...cuman berak aja kog ndak boleh jongkok. Mengapa jamban duduk diberi nama toilet...? Bukankah toilet itu nama ruang kamar mandi...atau sudah berubah makna menjadi ruang peturasan saja ?
Oooh...mengapa ya tak ada buku tatacara mandi, tatacara buang air kecil dan besar. Gak penting ? lalu apalagi yang lebih penting dari cara mengenali sebuah budaya keluarga dari caranya menata ruang mandinya ?

Budaya yang mengajarkan tak boleh berlama-lama dalam kamar mandi, berhadapan dengan budaya yang tak menganggap keliru, bisa melakukan perbincangan saat buang kencing, bahkan mengisi teka-teki silang, baca buku pelajaran saat buang kotoran perut ?

Sekali lagi, budaya apa yang perlu dimaknai dan diteruskan ?







 
< Sebelum   Berikut >
 
Menimbang penerapan Six-Sigma

article thumbnailBerbagi.NET. Seberapa besar kini, ketertarikan tentang six sigma ? Semestinya penerapan six sigma sudah menjadi kebutuhan. Pada awalnya, six Sigma dibentuk sebagai sebuah upaya mengatur proses...
Selengkapnya

Temuan Metode Baru Statistisi: Penghitungan Suara Hasil Pemilihan.

article thumbnail Lazim terdengar, pernyataan tentang kalah atau menang dalam pemilihan kepemimpinan wilayah, pemilihan keterwakilan dalam parlemen, adalah wajar. Dianggap wajar, Karena harus dan pasti terjadi....
Selengkapnya

EMPATI yang TERAMPAS

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan.Saudara,menyambung dari tulisan saya sebelumnya mengenai HAM antara korban dan pelaku kejahatan. Saya menulis mengenai kenyataan pahit dimana seringkali korban...
Selengkapnya

TIPS, Layakkah Saya Mendapatkannya ?

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan. Selamat bertemu lagi dengan kelirumologi, setelah beberapa tulisan saya mengulas topik yang dianggap beberapa teman termasuk “berat”. Saudara, kali...
Selengkapnya

desava
LawuHandmade
AriesTranslation
Diskriminasi Pada Wanita Hamil masih Berlangsung di AS

article thumbnail Sebuah studi National Partnership for Women and Families pada data EEOC pada tahun fiskal 1992 hingga 2007 , menunjukkan kenaikan 65%  pada kejadian tindak diskriminasi pada wanita hamil di...
Selengkapnya

Statistik Ketidakpastian Internet di Indonesia

article thumbnail Ada satu bentuk promosi yang memancing gelak tawa, saat menjadi salah bahan diskusi di sebuah forum. Tajuk promosi itu adalah pentingnya internet sebagai bahan pembelajaran. Tajuk itu pula yang...
Selengkapnya

Pengaruh Perubahan Iklim Abad 21

article thumbnail Sebuah laporan setebal 284 halaman dari U.S. Environmental Protection Agency, lembaga perlindungan lingkungan tentang ancaman Pemanasan Bumi terhadap manusia telah dirilis pada akhir bulan Juni...
Selengkapnya

Obesitas dan Penyakit Jantung

article thumbnail Dilihat dari segi estetika tubuh, orang yang kegemukan tampak kurang menarik. Dari segi kesehatan, orang yang kegemukan mempunyai resiko tinggi untuk terkena penyakit tertentu.Kegemukan atau...
Selengkapnya