| Ide Tugas Akhir |
| Tuesday, 15 April 2008 | |
|
pernahkah sehari saja tidak mencoba bicara dengan orang-orang yang biasanya bergaul sehari-hari ? pernah mencoba mengurangi kapasitas air minum yang dikonsumsi dalam sehari, barang separuh saja. pada prinsipnya, mencoba mengurangi jumlah konsumsi yang biasanya berlangsung dalam sehari. Walah, kayak puasa aja... yah bolehlah dipertimbangkan demikian. Ujung prinsip ini adalah, berani bertindak diluar kerangka harian. Whusss...emangnya mau katakan diri jadi pemberani, tiru-tiru iklan produk aja. Selera pemberani ? Enggak, sama sekali enggak. Semata-mata mencari sesuatu yang bisa dibilang bertindak diluar kebiasaan sehari-hari. Cuman itu saja. Buat yang sehari-hari merokok, yah, pastilah pilihannya lebih banyak daripada ibu bekerja yang punya anak bayi. Heh ? ya, maksudnya pilihan-pilihan bertindak diluar kebiasaan sehari-hari. Contoh saja ya, dari perbandingan perokok dengan ibu bekerja punya anak bayi. Buat yang merokok, diluar iklan anti merokok neh. Pastilah ditanya buat apa sih merokok, buang-buang uang melulu, dan sebagainya. Tindakannya pun jadi macam-macam, yang tertekan situasi, pasti buru-buru cari terapi menghentikan kebiasaan merokok. Yang tidak tertekan, paling banter mengurangi jumlah batang rokok, atau mengganti merek rokok, atau yang lebih berani lagi adalah berganti kebiasaan dari beli jadi, ganti kebiasaan melinting. Toh, isinya rokok dari dulu ya tembakau, gak ada rokok isinya abon. Itu mah namanya lemper. Jadinya enggak nyedot, tapi memamah biak. Tapi kalau ibu bekerja punya anak bayi. Wah, ibu bekerja, keren tuh. Anggap aja anggota tak terdaftar women's lib. Kalau wanita bekerja mah banyak, tapi ini yang dibicarakan adalah ibu bekerja, punya anak bayi lagi. Apa yang aneh hayooo.... Ndak ada yang tidak wajar bukan ? Lhoh justru. Yang biasa ato dianggap wajar, itulah yang mustinya dilihat sebagai sesuatu yang mengundang rasa ingin tahu. Kog bisa dianggap wajar. Ibu bekerja punya anak bayi ?. Biasanya, si ibu, karena dapat gaji, jadi punya uang, jadi bisa beli susu kaleng, jadi bisa ngganti ASInya dengan susu kaleng, susu yang dibeli ? Siapa pun sekarang dah tahu - disebut apa ya, yang gak tahu ? - kalo susu kaleng isinya cuman bubuk. Gak mungkin kan si bayi suruh makan bubuk. Ya jelas kan ? harus pake air. Air es ? emangnya jadi Susu Soda ? Harus pake air panas, sama dengan kopi - apa kalo ndak ada susu bubuk, enaknya dikasih kopi ya ? - apa ya waras, ada AKI ? air kopi ibu...? Nhah...itu kan bisa jadi bahan tugas akhir, macem-macem ujungnya. Bisa neliti si ibu, kenapa lebih berat bekerja daripada nyusuin anaknya. Atau takut jadi lebih seksi, gara-gara payudaranya membesar ? - Hoi, jangan jorok !- Pake otak dong, jangan pamer rasa malas. Ndak ada supermall yang jualan otak. Metode yang dipakai bisa macam-macam kan ? Metode pun jangan cuman yang dipake ngitung aja. Emangnya jadi pemalas itu enak. Metode wawancara, nanya emak-emak kan lebih gampang, daripada nanya babe-babe... kecuali emang gay, jadi kebalik dah. |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|





