| Keramaian Hening |
| Thursday, 26 June 2008 | |
|
Pernah mencoba memerangkap sepi kedalam kantong plastik ? Barangkali yang merasa aneh, sepi kog diperangkap... dasar orang ndak waras... Boleh aja menilai demikian. Namun kenyataannya...banyak orang yang tak sadar melakukan tindak menjebak sepi kedalam kantong plastik Ndak percaya ada banyak orang melakukannya ? Simak saja perilaku yang bikin orang gerah, risi bahkan terganggu, dan sama sekali tak bisa tenang hanya gara-gara kalimat-kalimat yang sudah terlanjur didengar, namun tak ada manfaatnya. Semakin banyak orang terusik dari diam hanya gara-gara banyaknya kalimat yang sebenarnya tak perlu terungkap. Diam bukan berarti tak bisa bicara. Diam tak bermakna enggan omong. Diam bukanlah berujung pada ketakmengertian. Namun diam bisa saja bersarikan sebuah pembelajaran yang panjang, bukankah belajar adalah perjalanan dari ayunan hingga liang pemisah kehidupan ? Diam bisa saja keramaian yang tak bisa didengar sebagai keriuhan. Belajarlah diam, jika ingin tahu betapa sesaknya sebuah suara saja. Seperti halnya kantong plastik, ya yang murahan itu, tapi tak murah itu. Yang bisa dipakai bawa barang apa pun itu. Mustinya bisa pula bawa keheningan. Coba saja jajakan keheningan bak tawarkan kue di kerumunan orang di pasar. Barangkali ada yang tertarik mencarinya. Orang memancing ikan di lebak, tak ada yang ingin bawa keramaian bersamanya, ikan mana yang akan hampiri kailnya. Orang mencari ilham di awang, tak ada yang ajak keriuhan, mana ada inspirasi hinggap. Belajarlah... Ad Dien telah ajar sebuah kail ilham berkali-kali dalam sehari, mengapa tak juga paham ? Mengapa hanya dianggap sarana pengemisan semata ? Belajarlah... catatan > Iqbal untuk marmotji... |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|





