Tuesday, 06 January 2009
himprass
R Community-Enciety
studiolanskap.or.id
pramita
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Kesalnya Orang yang Menyesal
Tuesday, 01 April 2008
pernah menyesal mencuri jambu tetangga ?
pernah menyesal menyontek saat ujian ?
pernah menyesal mengalahkan nenek tua di antrian ?
pernah menyesal,
saat cipratkan air kotor jalanan ke baju anak sekolah ?,
atau, saat harus jotos copet yang gagal ambil dompet ?,
atau, absen saat seharusnya berikan pencerahan dikelas ?,
atau, tak bisa merasa bersalah karena menyerobot rejeki orang ?

Penyesalan sepertinya perasaan yang begitu mulia, sehingga selalu ditunggu dalam setiap pernyataan penting dalam permusuhan.
Tetapi sadarkah bahwa untuk menyatakan menyesal, tak ada contoh yang pantas untuk ditiru.

Pernahkah mencari kata pengganti untuk menyesal ?
coba tanya pada para penyidik, berapa kali dalam setiap pemeriksaan, mereka mencatat kalimat 'menyesal'.

Menyesal, digambarkan sebagai sebuah situasi yang mendapati kenyataan lebih rendah daripada harapan. Wooo...berarti sama dengan kecewa ?
Kecewa katanya cuman seperberapa dari menyesal.
Ya pantes, ndak ada kata mengecewa, kecuali mengecewakan...

Tapi sebentar....
Kata menyesal ini bisa jadi sangat menarik pada saat yang tepat.
Contoh.
Si A, seorang pemimpin negara X, menyesal telah memanfaatkan waktu berkuasanya hanya untuk bermain layangan dan kelereng.
Si PD, seorang penyanyi yang terkenal dengan skandal sandal jepitnya, telah menyesal, tidak bisa memanfaatkan kemolekan tubuhnya untuk jadi anggota Dewan Kota.
Si RXK, seorang anggota dewan redaksi harian terkenal, telah menyesal, tidak dapat memanfaatkan pergaulan luasnya sehingga bisa punya bini lebih dari dua.
Si MKL, seorang pemain bass betot terkenal, imigran dari tanah Balkan, menyesal hanya mampu bermain mbetot saja, tanpa pernah sempat belajar cara mbanting bass yang bener, sehingga alat musiknya tetap utuh.

Musykil ? Lha. sapa juga mikirin.
Tapi begitu keadaan sekarang.

COba bayangkan.
Pernah menyesal, melahirkan anak yang habisin biaya sekolah banyak ?
Pernah menyesal, kuliah, tapi cuman dapat gelar ?
atau malah pernah menyesal, kuliah ndak kelar-kelar atau malah ndak lulus ?

Pernah menyesal, sudah mengajar beribu-ribu siswa, dapetnya cuman rumah reyot ?
Pernah menyesal, kenapa tidak bisa bilang tidak ?

Kalau perasaan menyesal bertumpuk-tumpuk, caranya ngurangi gimana ?
Emang dah jelek, bodho, nyusahin lagi ?
Kenapa harus mikir, kalau masih ada yang mikir.
Jadi tenang aja kalo dibilang bodho, artinya masih ada yang pandai
Kalau dibilang nyusahin, berarti ada yang suka mbantuin
Kalo dibilang jelek, berarti ada yang keren.

Gitu aja kog mikir. Bukan Repot.
Kalau dibilang ngrepotin, berarti bukan ada yang ngegampangin. Gak ada di wilayah ini yang mbantu sukarela, semua pake duit.
Jadi kalo ada yang bilang, gitu aja kog repot, itu artinya dia memang ngrepotin. Buktikan aja sendiri.

Nah, kalo merasa menyesal sudah pernah memilih seseorang yang merepotkan jadi pimpinan, dan tingkahnya makin menjadi-jadi, apa ndak mengesalkan ?
Enaknya diapain ya ?
Mangkanya jangan suka memihak pada rasa senang, biar ndak gampang benci
Mangkanya jangan suka berharap, biar ndak gampang kecewa
Mangkanya jangan suka bermimpi, pasti gampang mengigau

Jadi biar ndak gampang menyesal, jangan suka menginginkan sesuatu.
Karena belum tentu ndak mengesalkan.
Resiko menjadikan sesuatu sbagai peran berkuasa, adalah dengan terus menumpuk kenyamanan.
Resiko bersusah-payah terus adalah diperalat. Percaya ndak ?


< Sebelum   Berikut >
 
Statistik dalam program Pengawasan Obat

article thumbnail Sederhana saja saat seseorang sedang menderita sakit, maka ia bergegas mendatangi dokter. Setelah mengungkap anamnese dan melalui diagnose dokter, si pasien berharap akan mengantungi selembar...
Selengkapnya

Temuan Metode Baru Statistisi: Penghitungan Suara Hasil Pemilihan.

article thumbnail Lazim terdengar, pernyataan tentang kalah atau menang dalam pemilihan kepemimpinan wilayah, pemilihan keterwakilan dalam parlemen, adalah wajar. Dianggap wajar, Karena harus dan pasti terjadi....
Selengkapnya

Mengenal PSIKOANALISA FREUDIAN (I)

Kepribadian Umum dan IDSalam Psikologi Klinis dari saya,Marbusan. Saudara, siapa yang tak kenal dengan Sigmund Freud? Bagi kalangan Ilmuwan Psikologi, Freud dianggap sebagai tokoh utama yang...
Selengkapnya

Semangat!

Satu waktu dalam hidup pernah terasakan lemah,lunglai,lemas,lesu dan bahkan lembek. Ada sesuatu yang menguras seluruh energi tubuh dan membuat enggan lakukan apa pun. Bahkan rasanya tak mampu...
Selengkapnya

desava
LawuHandmade
AriesTranslation
Pengujian Piranti Lunak komputer yang sertakan Analisa Statistik

article thumbnailPengujian secara statistik menyajikan sebuah pendekatan yang saat ini telah mapan sebagai prakiraan tentang kemampuan sebuah piranti lunak. Cara utamanya adalah menguji fungsi-fungsi yang diingini,...
Selengkapnya

Diskriminasi Pada Wanita Hamil masih Berlangsung di AS

article thumbnail Sebuah studi National Partnership for Women and Families pada data EEOC pada tahun fiskal 1992 hingga 2007 , menunjukkan kenaikan 65%  pada kejadian tindak diskriminasi pada wanita hamil di...
Selengkapnya

Untungnya menyusui dengan ASI

article thumbnailDiperkirakan 9 juta bayi meninggal setiap tahun diseluruh dunia. Menyusui dengan ASI dapat menyelamatkan 6 juta bayi lainnya dari penyakit menular.1. Memberikan imunisasi awal. Colostrum atau ASI...
Selengkapnya

Obesitas dan Penyakit Jantung

article thumbnail Dilihat dari segi estetika tubuh, orang yang kegemukan tampak kurang menarik. Dari segi kesehatan, orang yang kegemukan mempunyai resiko tinggi untuk terkena penyakit tertentu.Kegemukan atau...
Selengkapnya