Tuesday, 06 January 2009
himprass
R Community-Enciety
studiolanskap.or.id
pramita
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Merengek
Monday, 26 May 2008
Hayooo...sapa yang ndak pernah melewati masa kanak-kanak ?
marmotji pengen tahu bener apa rasanya hidup kalau tiba-tiba masuk masa dewasa ?
Tapi benarkah ada yang tak tahu rasanya masa itu di kehidupannya ?
Sumpah... yakinilah. pasti ada. Dalam hidup ini tidak ada yang persis antara satu sama lain. Pasti ada.

ImageWalau punya, tidak ada yang mirip.

Okeeeee...yang ndak punya masa kanak-kanak itu kayak apa ? Ya ndak usah mikir aneh-aneh. Lihat saja tuh Kitab Paling Agung, manual akhlak. Ada sebuah surat yang jelas-jelas tuding siapa yang bermain-dusta.
Yang gak peduli ma anak yatim !. Ya jelaslah. Masa Kanak-kanak itu ada, bila ada orang tua didekatnya.
Padahal ada yang dah pernah ketemu ma orang tuanya sejak bayi. Kepikir gak tuh.

Pengalaman tiap orang gak ada yang sama. Tapi kadang karena mau enaknya masa kanak-kanak itu bakalan terpelihara sampai tua.
Hayooo...percaya gak ?

marmotji jadi ingat sama almarhum pakde Wardo. dulunya beliau ini rektor sebuah kampus di tengah kota surabaya.
waktu beliau masuki usia 52 tahun, bilang sama marmotji. bahwa dia sudah tak cerdas lagi, tetapi diyakini beliau makin bijak. makin bisa mengerti bagaimana menghadapi anak-anak sekecil marmotji. makin bisa memberi nasehat.
Waktu itu dia juga bilang, usia tak akan jadi ukuran kapan menjadi bijaksana, tetapi orang pandai semakin banyak belajar, akan semakin cepat menjadi bijak. Karena semakin mengerti banyak rahasia hidup dan firman YANG MAHA KUASA.

banyak kan anak muda sekarang, memiliki ketenangan seperti orang tua, dan mampu berpikir jernih dan bertindak tenang.

Sewaktu marmotji dengan nakal bertanya pada pakde wardo, berarti para pegawai negeri yang tua-tua itu mustinya makin bijak ya ? beliau terpingkal-pingkal.
Ya, mana mungkin. Mereka itu tua dengan pekerjaan itu-itu juga, tetep ndak berubah. Kadang-kadang mereka menjadi acuh seolah tak punya tanggungjawab kerja, dan mengabaikan fungsinya sebagai pegawainya negeri ini.

Akibatnya banyak fungsi yang seharusnya diabdikan untuk masyarakat, malah terbalik. Masyarakat yang melayani dan harus menuruti apa maunya mereka.

Lhaaaa...apa masyarakat ndak punya mau...? ya jelas punya, kan sama-sama manusia. Tapi karena mereka ndak merasa punya kelas, kehormatan dan harga diri.
Akhirnya saat mereka mengungkapkan apa keinginannya, bukan dengan santai, singkat, jelas dan santun menunjukkan apa keinginannya, tapi dengan merengek.

Merengek ?
Ya kalau anak kecil merengek, gimana sih caranya, pasti dengan ekspresi tidak jelas, suara keras dan mungkin berguling-guling di lantai. Bahkan bisa jadi lama karena ditambahi menangis berlama-lama. Sampai keinginannya dituruti.

Karena sudah lebih sekedar anak-anak. Maka merengeknya pakai demo. Lihat saja waktu demo, apa yang mereka tunjukkan kan mirip dengan merengek.
Sementara pihak pemerintah, perilakunya seperti para orangtua yang tak memiliki perhatian pada anak-anaknya. Kalau mereka merasa terganggu, bukannya mencoba mendengarkan apa yang diingini anaknya, malah memukuli habis hingga anaknya terdiam.

Apa yang sering terjadi sekarang, bukankah yang tersiar dalam berita koran, tivi dan radio tampak seperti itu ?

Unjuk rasa, demo atau apa pun sifat tujuannya, tak lebih bermakna seperti merengek bukan ?
< Sebelum   Berikut >
 
Siapa paling didengar ?

article thumbnail Bagi beberapa kalangan, informasi statistik seperti dalam gambar disamping ini sudah terlalu gampang dan biasa dilihat. Tetapi tetap saja bentuk grafis itu menarik untuk dicermati. Grafis ini...
Selengkapnya

Temuan Metode Baru Statistisi: Penghitungan Suara Hasil Pemilihan.

article thumbnail Lazim terdengar, pernyataan tentang kalah atau menang dalam pemilihan kepemimpinan wilayah, pemilihan keterwakilan dalam parlemen, adalah wajar. Dianggap wajar, Karena harus dan pasti terjadi....
Selengkapnya

HAM Korban vs HAM Pelaku Kriminal

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan !Saudara, beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan istri saya mengenai empati dalam menyikapi tindak kejahatan. Apakah anda akan berempati pada korban,...
Selengkapnya

EMPATI yang TERAMPAS

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan.Saudara,menyambung dari tulisan saya sebelumnya mengenai HAM antara korban dan pelaku kejahatan. Saya menulis mengenai kenyataan pahit dimana seringkali korban...
Selengkapnya

desava
LawuHandmade
AriesTranslation
Statistik Ketidakpastian Internet di Indonesia

article thumbnail Ada satu bentuk promosi yang memancing gelak tawa, saat menjadi salah bahan diskusi di sebuah forum. Tajuk promosi itu adalah pentingnya internet sebagai bahan pembelajaran. Tajuk itu pula yang...
Selengkapnya

Diskriminasi Pada Wanita Hamil masih Berlangsung di AS

article thumbnail Sebuah studi National Partnership for Women and Families pada data EEOC pada tahun fiskal 1992 hingga 2007 , menunjukkan kenaikan 65%  pada kejadian tindak diskriminasi pada wanita hamil di...
Selengkapnya

Obesitas dan Penyakit Jantung

article thumbnail Dilihat dari segi estetika tubuh, orang yang kegemukan tampak kurang menarik. Dari segi kesehatan, orang yang kegemukan mempunyai resiko tinggi untuk terkena penyakit tertentu.Kegemukan atau...
Selengkapnya

Untungnya menyusui dengan ASI

article thumbnailDiperkirakan 9 juta bayi meninggal setiap tahun diseluruh dunia. Menyusui dengan ASI dapat menyelamatkan 6 juta bayi lainnya dari penyakit menular.1. Memberikan imunisasi awal. Colostrum atau ASI...
Selengkapnya