Tuesday, 06 January 2009
himprass
R Community-Enciety
studiolanskap.or.id
pramita
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Pinternya Bisnis
Thursday, 03 July 2008

Pernahkah bertanya-tanya kenapa ada pembedaan bisnis, yang  bisnis barang dan yang bisnis jasa ?
Kenapa ndak dipermudah saja, semuanya adalah bisnis. Dan bisnis itu mesti kelihatan, karena bisnis adalah jual-beli. Gampang kan.

Yang dijual adalah barang yang ditawarkan, jadi yang dibeli adalah yang barang ditawarkan. Kog repot banget...pake dipecah-pecah, jadinya ribet. Bener gak ?

Di luar bisnis, berarti harus mikir, duitnya harus berupa serupa ucapan terimakasih. Nilai terimakasih itu gak jelas, tapi mustinya gede. Mana ada balas jasa kog kecil harganya.

Jadi bisnis itu ya jelas barang. Diluar barang adalah rasa terimakasih yang nilainya bukan sukarela, tapi rasa hormat yang harus mempersembahkan nilai yang luar biasa.

Jadi kalo mau cari hidup, anak sekolah tinggal mikir, mau belajar macam apa di sekolah. Modalnya bisa berupa barang, atau rasa belas kasih, yang dibayar tak terbatas nilainya.

Itu mustinya yang dipikirin orang-orang yang tugasnya ngajar di sekolah. Bikin gitu aja kog repot. Ujian aja pake dikawal polisi, kenapa gak dikawal hansip saja. Kalau memang itu rahasia negara, kenapa ujiannya bisa dipelosok, ndak terpusat saja di ibukota propinsi atau ibukota kotamadya/kabupaten. namanya aja ujian rahasia negara. Heleh...ngawur polll...

Rakyat mau pinter aja, diancam pake rahasia negara, sementara rahasia artis aja setiap hari gampang ditonton. Kalo emang mau mencerdaskan bangsa, kenapa ndak ujian rahasia artis saja...Udah boros, banyak yang ndak lulus lagi, memalukan tho...

Eh..ternyata, begitu gedhe-gedhe. tua-tua, dah pantes punya cucu, malah kena tuduhan korupsi. Ndak usah mikir benar ato salah. Tapi mestine bisa nimbang, opo yo pantas, sudah punya pangkat, kelakuannya masih kayak orang kampung ndak punya tata-krama pergaulan. Ndak bisa lagi mbedakan mana rahasia negara, dan mana rahasia kampungnya.
Mangkanya thooo...maaaallluuuuu.... ndak usah mencalon-ken diri jadi pemimpin... wong ngomong aja masih kayak  kentut...buzz..buzzz..
besoknya yang dah diajak bicara dah lupa, cuman ingat, kemaren makan apa, trus kemaren disangoni ato endak.

mangkanya ditimbang-timbang lagi, milih sama ndak milih itu sama halnya, orang lapar karena puasa dan orang lapar karena emang ndak kebagian makanan. Sama-sama diniati. Niat ng-ibadah sama niat nge-bodorrr...Bedanya cuman tipis.
Jadi sama halnya, beda tipis antara menghimbau memilih alias nyoblos sama blaasss ndak ajak-ajak nyoblos, wong njahit bajunya yang bolong ndak sempet, kog malah disuruh nyoblos barang utuh, itu kan namanya ngrusak.
Coba toh, pendidikan macam apa yang dipengeni negara kaya Indonesia ini, orang ribut bahkan berebut nyoblos kertas bergambar, trus jadi rame bila bekas robeknya lebih dari satu. Lalu bekas tusukan itu dikumpulkan sampe jadi gunung... Aneh benar negara kaya satu ini. Sampe bingung cara lain buang uang.

Wong yo milih seseorang jadi pemimpin yang pantas aja, pake kertas. Kubilai Khan jadi perusak sebagian dunia ini, gak pake bikin sampah segunung kog...

Nasiiib, nasib...katanya harus menaikkan kualitas pendidikan, malah buang-buang kertas, buang-buang kain, jadi bendera, ikat kepala..habis itu muspro...pussss...sia-sia...
Mangkanya kalo kepilih jadi pemimpin, itu ujung-ujung maluuuuu...ngalah-ngalahin malunya orang telanjang bugil, karena dia ternyata paling boros kertas, paling banyak buang-buang barang yang masih bisa dipake lebih jauh bermanfaat daripada yang isinya cuman gambar diri dan namanya thok. Wong mati juga gak dibawa masuk kuburan.

Mangkanya ndak usah sekolah, nanti jadinya malah ngakali orang-orang yang goblok. Mending jadi sesama goblok. Jadi enak nelongsonya... Bingung istilah jual-beli suara, trus bingung istilah dagang-sapi, malah sapinya wujudnya cuman suara...tapi ndak bisa didengar, apa suara semut...pusing dah...

Kalo cuman jadi sekedar orang pinter, ya udah jadi dukun urut aja, atau dukun pijet. Negara kebanyakan orang pinter malah hobinya saling menyesatkan...saling menjebak..berlomba-lomba mengisi tempat yang namanya penjara.

Dan hebatnya penjara pun bisa disulap jadi semacam pasar. Butuh barang apa pun, gak lama langsung ada. Yang penting duit. Jadi pinter-pinterlah berbisnis, biar bisa bisnis orang pinter. Lumayan loh untungnya, daripada bisnis arak atau tuak.



< Sebelum   Berikut >
 
Cara Pengajaran Pola Berpikir Statistik

article thumbnail Ada sebuah pendapat yang tampaknya semakin tidak populer di kalangan pengajar, pendidik atau pelatih. Pendapat itu adalah, setiap penerima materi belajar atau peserta pembelajaran atau peserta...
Selengkapnya

Temuan Metode Baru Statistisi: Penghitungan Suara Hasil Pemilihan.

article thumbnail Lazim terdengar, pernyataan tentang kalah atau menang dalam pemilihan kepemimpinan wilayah, pemilihan keterwakilan dalam parlemen, adalah wajar. Dianggap wajar, Karena harus dan pasti terjadi....
Selengkapnya

EMPATI yang TERAMPAS

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan.Saudara,menyambung dari tulisan saya sebelumnya mengenai HAM antara korban dan pelaku kejahatan. Saya menulis mengenai kenyataan pahit dimana seringkali korban...
Selengkapnya

HAM Korban vs HAM Pelaku Kriminal

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan !Saudara, beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan istri saya mengenai empati dalam menyikapi tindak kejahatan. Apakah anda akan berempati pada korban,...
Selengkapnya

desava
LawuHandmade
AriesTranslation
Cuplikan :Keracunan dan Jantung Akibat Polutan Bahaya Emisi Buangan Kendaraan Bermotor

article thumbnail dr. I Wayan Darwata, M.P.H. mengungkapkan, bahwa zat yang keluar dari asap knalpot dalam bentuk gas ini terbuang ke udara dan bersenyawa dengan polutan sehingga konsentrasi udara terganggu dan...
Selengkapnya

Diskriminasi Pada Wanita Hamil masih Berlangsung di AS

article thumbnail Sebuah studi National Partnership for Women and Families pada data EEOC pada tahun fiskal 1992 hingga 2007 , menunjukkan kenaikan 65%  pada kejadian tindak diskriminasi pada wanita hamil di...
Selengkapnya

Pengaruh Perubahan Iklim Abad 21

article thumbnail Sebuah laporan setebal 284 halaman dari U.S. Environmental Protection Agency, lembaga perlindungan lingkungan tentang ancaman Pemanasan Bumi terhadap manusia telah dirilis pada akhir bulan Juni...
Selengkapnya

Masalah Kenyamanan Kerja

article thumbnail Dalam posisi saat kerja dikenal istilah ergonomi. Istilah ini dikaitkan dengan kenyamanan dan produktifitas, baik sendiri atau bersama waktu berinteraksi. Karena itu banyak cara untuk memberikan...
Selengkapnya