| Rakyatnya Masyarakat |
| Sunday, 20 July 2008 | |
|
Eh..apa bedanya masyarakat dan rakyat ?
Whooahhh..ngetes kog pake gaya nanya... dingin-dingin begini, mbok yo bikin kopi sendiri sana, daripada buat kepala orang pusing. Sungguh, aku pengen tahu, mosok dari tiga koran gratisan hari ini, buuaanyaak sekali kata masyarakat juga rakyat. Yo, podho ae, padha bae, setali-tiga uang, sama saja artinya, Naaang. Duh gusti, nyuwun anget, adhem banget kawulo. Gondrong menyahut dengan tetap mengelap gelas-gelas kosong. Kayak ya endak lho, kalau dilihat dari yang ngomong, kayaknya beda artinya. Lha nurut dirimu apa ? Menurut diriku yaa... Rakyat itu kayak kita-kita ini, Ndrong. Kere. Miskin. Ndak punya kekuatan. Goblok. Mudah diatur. Mudah diperintah. Mudah ditindas. Ndak punya pemimpin dihati. Jadi mudah ditindas. Kalo masyarakat itu orang-orang yang pinter. Makan sekolahan. Jagoan ngomong. Bisa beli apa pun. Punya kekuasaan. Punya rumah bertembok. Jadi bisa tidur sendiri diatas hartanya. Ndak perlu ngemper. Ndak butuh belas kasihan orang lain. Susah menolong gratis. Dan pasti, kelakuannya kalo ketemu kayak kita-kita ini cuman berlagak pinter dan mrentah-i aja. Naaang, kamu itu kalo belajar bahasa jangan dari baca koran saja. Baca sekali aja, pinternya ngalah-ngalahi loper koran. Mbokya malu, ndak pernah beli koran saja, sok artikan kata seenak sendiri. Sumpah Ndrong !, cobalah baca koran-koran yang ada di kardusmu, lihat aja sapa yang selalu bilang rakyat. Dan coba bandingkan sama yang selalu bilang masyarakat. Ini contohnyaa, koran yang katanya koran paling pinter. Lihat ini, yang ngomong rakyat semuanya orang-orang yang calonkan diri jadi bupati, gubernur atau presiden. Kabeh omonge, berjuang demi kesejahteraan rakyat. Padahal belum ada bukti kalau dia pernah tanya, apa yang diinginkan rakyat. Jadi dia merasa paling tahu. Coba sekarang pikir, mana ada orang yang tidak pernah ditanya apa pendapat, tapi sudah ada yang merasa paling tahu apa isi kepalanya. Berarti kan orang lemah thooo... Orang lemah itu berarti kan sama dengan rakyat. Tapi kalo lihat kata masyarakat. Pasti yang ngomong adalah pejabat atau menteri. Contohnya niih...koran yang katanya koran paling perkasa. Di koran ini ada juduuuul...ni ni..lihat ini.. Pak X, menyatakan khawatir akan menghadapi respon buruk dari masyarakat akan menjelma menjadi GOLPUT. Lhah...coba kata masyarakat itu diganti rakyat, mana ada yang mau mikir. Ini lagi, pak walikota menjanjikan pelayanan terbaik pada masyarakat kota S dalam tiga bulan mendatang... Pelayanan, itu kan bahasa maju. Coba diganti bahasanya kita, meladeni..apa ya pantas. Kata masyarakat-nya diganti dengan rakyat. Apa iya walikota mau ketemu ma rakyatnya, tanpa janjian dulu, atau dia yang datang ke warung ini, trus mbayari kita makan. Apa iya bisa jadi kenyataan ? kecuali pas kampanye thok, sekali saja dia mbayari, setelah itu maksa kita mbayar pajak semaunya sendiri. Yo thooo... Jadi walikota takutnya ya sama orang-orang kaya, sama orang pinter, orang yang pinter omong. Takut prestasinya hancur, hanya karena masyarakat salah diomongi.... Itu, masyarakat berarti lebih tinggi dari rakyat. Kita ini bukan masyarat, ndrong. Kita ini rakyat. Ati-ati thoo..pake otak itu. Mikirmu itu ndak bener blas. Yoo..wess..kalo kamu berani nyalahkan. Kasih tahu aku gimana betulnya. Yo ndak usah cari gimana betulnya. Yo pokok'e awakmu salah. Ndak bener, masyarakat itu beda arti ma rakyat. Samalah artinya. Yaa kaan...sampean sendiri kan ndak bisa ngasih alasan. Coba aja sampean cari lagi, adakah istilah masyarakat bodoh, masyarakat picik, yang ada masyarakat maju, terakhir ini di koran, baru aku tahu, masyarakat miskin. Apa iya ada orang pinter bisa miskin ? Jaman kayak gini, mana ada orang bisa pinter tanpa punya uang, tanpa punya kekayaan, tanpa punya kekuatan. Yaa thoo... Ah embuh... tapi aku dhewe lebih ssebut sebagai rakyat. Lebih sederhana. Nek disebut masyarakat, rasanya kog aku terlalu rendah. Lhaaah...kaaan...akhirnya dirimu juga mengakui... Jadilah rakyat, kalau kamu miskin. Wess ndak usah neko-neko, wong memang bodho, wong memang miskin, wong memang ndak punya kekuatan, apalagi kekuasaan. Kalo bisa slamet, kanugrahan ya bisa mentas dari kata rakyat. Maka jadilah sampean masyarakat terhormat. Ndak ada kan istilah rakyat terhormat ? Mikiro cak...sampean iku rakyat !!! |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|





