| Sesatnya 1 Berita |
| Monday, 30 June 2008 | |
|
saya tersentak, saat membaca sebuah berita yang tak semestinya begitu saja termuat dalam harian yang terbit secara nasional. Berita tersebut adalah tentang Buku Sekolah Elektronik yang didistribusikan melalui internet oleh departemen pendidikan nasional, dalam situsnya bse.depdiknas.go.id. Dalam berita itu, buku-buku elektronik yang dimuat sulit di download atau di unduh. Walaupun disertai pernyataan narasumber yang seolah menggambarkan kebenaran berita tersebut, saya tetap mengandalkan kemasygulan, jangan-jangan berita ini timpang dalam penilaiannya. Dan saya pikir benar adanya. Apalagi respon dari pihak dinas setempat pun, tidak langsung terkait pada esensi berita tersebut. Saya ragu, justru berita tersebut tak akan pernah bisa membantu memandang masalah infrastruktur pendidikan yang sedang terus ditingkatkan oleh pemerintah. Bagaimana pun juga, proses tersebut harus disikapi tanpa prasangka, bila belum dapat membuktikan kekeliruan/kesalahan, dengan kalimat yang tidak bermakna ganda. Saya tidak sedang memihak pada departemen pendidikan, tetapi memandang kritis pada pola pemberitaan nasional yang tidak tepat dalam membantu rakyat Indonesia mengentaskan diri dari kemiskinan pengetahuan. Dan saya kira ini juga terkait cara penerbitan harian manapun yang tidak pernah berusaha mengawasi kualitas produknya dengan cara lebih baik. Dan menurut hemat saya, tidak pernah ada klarifikasi yang jujur dan terbuka haruslah tetap ada tanpa diminta, bila berita tersebut didapati keliru dikemudian hari. Menurut pengamatan dan pengalaman saya langsung surfing pada url-address yang disebut, tak semestinya setiap url-address dianggap sama saja dengan mudah, yang menandakan ada beda yang harus dicermati. Dan semestinya penulis berita bersangkutan memiliki pemahaman lebih ternadap dunia internet dan koneksi ke internet adalah dua hal yang berkaitan tapi tidak saling mengkait. Penulis mengakses ketiga url-address tersebut pada enam tempat yang semuanya adalah warnet. Empat adalah warnet dengan workstation milik warnet, sementara dua adalah warnet yang menyediakan akses wifi. Warnet-warnet tersebut tersebar, 2 di Surabaya Timur, 2 di Surabaya Barat dan 2 di Surabaya Utara. Tiga berada di dekat kampus, tiga berada di dekat pemukiman padat penduduk. Dan anehnya, saya sama sekali tidak menemukan kesulitan seperti yang dipaparkan oleh berita tersebut. Banyak hal yang menjadi masalah atau kendala dari tidak dapatnya file yang dikehendaki diunduh. Dan faktor koneksi adalah faktor terbesar. Jadi, semestinya berita ini tidaklah dapat mengkaitkan sepenuhnya pada departemen bersangkutan. Berita yang saya maksud adalah : http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=showpage&rkat=8 |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|





