Tuesday, 06 January 2009
himprass
R Community-Enciety
studiolanskap.or.id
pramita
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Vegetamian
Wednesday, 03 September 2008

Bulan Ramadhan tahun ini, benar-benar bulan yang diimpi-impikan marmotji, sejak mengenal kewajiban puasa. Marmotji jadi teringat dengan almarhum bu Is, yang dahulu paling sibuk bangunkan sahur.
Beliau dengan senyum keibuannya yang memikat, satu-persatu membangunkan santri-santri kecilnya, sambil tak lupa mencubit merah bila si santri tetap saja menutupkan sarung ke kepala.

Sambil bangunkan, beliau kadang berbisik lirih, Thole, Nduk, waktumu menyayangi saudara-saudaramu lebih sekarang, masak ya...

Santri-santri yang sebelumnya tak pernah memasak, menjadi agak tahu bagaimana memasak.
Mana mungkin sejam memasak, bisa jadikan suguhan nikmat untuk 40 orang lebih santri. Mangkanya, Bu Is, selalu membubuhkan kata 'menyayangi' sebagai dorongan memasak dengan cepat tapi nikmat.

Terkadang santri bingung, di tungku tanah liat, hanya ada 3 kuali besar untuk memasak. Belum cuci beras, sudah bingung duluan, masak apa ya, jika cuman ada sayuran. Mau bikin pecel pun, tak ada kacang-tanah. Mau masak lodeh, tak ada kelapa untuk santan.

Beruntung jika ada kiriman tahu, tempe atau mie, mungkin tak terlalu pusing, walau tak selalu ada bersamaan. Pernah pula ada kiriman beberapa ekor bebek, tapi ternyata tak diijinkan untuk disembelih. Kata Bu Is, diambil telornya kan lebih bermanfaat.

Akhirnya memang kreatifitas dari santrilah yang menentukan citarasa setiap sahur. Bila cuman ada sayuran, maka biasanya sayur dipotong panjang-panjang lalu digulung-gulung, dan dibentuk melingkar seperti layaknya martabak. Begitulah terus dibuat, hingga cukup untuk semua santri dan Bu Is.
Sayur gulung, begitu Bu is menamainya.
Memasaknya tentu tak lebih lama dari memasak nasi.

Agar para santri tak kehilangan selera sahur, biasanya Bu Is sebagai pendekar koki dadakan ini, segera turun tangan. Beliau membuat adonan bumbu dari simpanan terasi yang selalu ada, sebagai penyedap akhir masakan.

marmotji masih ingat saat ada kiriman beberapa bungkus mie  dari orangtua santri.
Bu Is, sungguh luar biasa untuk menciptakan masakan yang bisa dinikmati semua.
Beliau ciptakan sebuah masakan campuran antara nasi, sayur dan mie. Sehingga kami memakannya tanpa perlu lagi berebut menciduk. Kata beliau, inilah pan nasi, sayur dan mie, yang tak akan ada di tempat-tempat lain, vegetamia, mungkin lebih enak menyebutnya begitu ya. Jadi kami bisa dijuluki sebagai vegetamian, karena saking seringnya makan menu masakan ini.

Sayangnya, marmotji tak sempat mengantar seorang ibu yang begitu tenang membimbing para santri tanpa suara melengking ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Sebuah cara mengajar tanpa banyak berbicara. Tanpa bentak, tanpa hentak, tanpa sentak.
Bagaimana hidup bersama, berbagi, bertindak bersama sambil terus bersyukur. Tak perlu mengeluh dengan apa yang sudah dimiliki.

Beliau tak pernah jelaskan, bagaimana para santri harus bertindak seperti dalam kalimat: Yang lebih tua membimbing yang muda. Yang lebih tahu contohkan pada yang belum.

Seingat marmotji, beliau tak pernah berkata hussh, jangan, ndak boleh, ndak pantes atau apa pun ekspresi larangan pada para santrinya.

Andai saja marmotji bisa mencontoh cara beliau mengajar, kelak saat kesempatan itu datang...

Bu Is, Ramadhan tahun ini kami mengenangmu, seperti halnya pada ibu-bapak kami yang telah mendahului...

Kadang mengajar ternyata lebih tandas dengan senyum dan tawa, betul gak seh ?

 

Catatan : Terimakasih pada Mas Isa Ansori, JazzTraffic-SuaraSurabaya FM Announcer, pencetus ide nama Vegetamian.

< Sebelum   Berikut >
Telaah Statistik : Uji Hipotesis

article thumbnail Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita dihadapkan pada situasi akibat adanya kenaikan maupun penurunan. Misal kenaikan BBM, harga Sembako, jumlah pemudik, penurunan nilai tukar rupiah, daya beli...
Selengkapnya

Suara Dibalik Statistik

article thumbnail Barangkali sudah dianggap kewajaran, bahwa konflik bersenjata pasti terjadi bila ada perbedaan pendapat yang tak bisa dikompromikan lalu disusul pemaksaan. Salah satu korbannya adalah anak-anak dan...
Selengkapnya

Semangat!

Satu waktu dalam hidup pernah terasakan lemah,lunglai,lemas,lesu dan bahkan lembek. Ada sesuatu yang menguras seluruh energi tubuh dan membuat enggan lakukan apa pun. Bahkan rasanya tak mampu...
Selengkapnya

EMPATI yang TERAMPAS

Salam kelirumologi dari saya, Marbusan.Saudara,menyambung dari tulisan saya sebelumnya mengenai HAM antara korban dan pelaku kejahatan. Saya menulis mengenai kenyataan pahit dimana seringkali korban...
Selengkapnya

desava
LawuHandmade
AriesTranslation
Cuplikan :Keracunan dan Jantung Akibat Polutan Bahaya Emisi Buangan Kendaraan Bermotor

article thumbnail dr. I Wayan Darwata, M.P.H. mengungkapkan, bahwa zat yang keluar dari asap knalpot dalam bentuk gas ini terbuang ke udara dan bersenyawa dengan polutan sehingga konsentrasi udara terganggu dan...
Selengkapnya

Statistik Ketidakpastian Internet di Indonesia

article thumbnail Ada satu bentuk promosi yang memancing gelak tawa, saat menjadi salah bahan diskusi di sebuah forum. Tajuk promosi itu adalah pentingnya internet sebagai bahan pembelajaran. Tajuk itu pula yang...
Selengkapnya

Pengaruh Perubahan Iklim Abad 21

article thumbnail Sebuah laporan setebal 284 halaman dari U.S. Environmental Protection Agency, lembaga perlindungan lingkungan tentang ancaman Pemanasan Bumi terhadap manusia telah dirilis pada akhir bulan Juni...
Selengkapnya

Obesitas dan Penyakit Jantung

article thumbnail Dilihat dari segi estetika tubuh, orang yang kegemukan tampak kurang menarik. Dari segi kesehatan, orang yang kegemukan mempunyai resiko tinggi untuk terkena penyakit tertentu.Kegemukan atau...
Selengkapnya