berbagi.net in metamorph
Muka arrow Artikel arrow BerbagiTilik arrow Marmotji'an arrow Warung Cor
Tuesday, 06 January 2009
 
 
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Warung Cor
Monday, 10 November 2008
Di sekitar warung gondrong, kini telah alami banyak perubahan.
Gondrong sendiri makin asing dengan suasana itu. Perubahan yang memburuk atau membaik ? Belum tentu baik bagi semua orang, apalagi jadi benar, gumam Gondrong.

Ngomong sendiri ?, marmotji tak merasa ada orang lain yang sedang bercakap dengan Gondrong.
Ya, emang ada yang bisa aku ajak ngobrol ?
Wadhuh, kalo ngobrol ya tinggal ngomong aja kan ?

Gini lho, tji.
Aku jadi merasa jualanku ini dah gak akan se'rame' dulu lagi.

Kog bisa, ndrong. Apa sainganmu makin banyak. Ya wajar aja, makin banyak pesaing, yang makan juga banyak. Mustinya ya kamu, harus tingkatkan pelayanan. Lihat warung-warung sekitarmu, apa harganya lebih murah, penjualnya gampang akrab atau apalah gitu, cobalah ngliat...ngamati apa yang dilakukan orang yang punya warung itu. Jangan gampang memelas dong, belum tentu suasananya seperti yang kamu pikirkan.

Ooopppssss... kebanyakan teori makelar kamu ! bukan itu maksudku...
Lhoh ? bukan ? terus yang mana yang bikin kamu ngomong warungmu gak akan se'rame' dulu lagi ?
 
Hehehehehe... yang jadi gak cocok sama warungku yaaaa... makin banyak warung gaya lain nih, ndak banyak makanannya, ndak banyak minuman. Ndak bisa duduk sembarang tempat. Terus pegang komputer, ndak pandang waktu, pagi, siang, sore, semua jadi suka lihat komputer itu, tapi apa yang dilihat, aku ndak ngerti. Rasanya kog semua jadi ketagihan. Harganya pun ndak beda jauh kalo dibelikan makan dan minum di warungku ini.
Ya..iya seh, habis dari sana, tetep aja mampir ke sini, tapi sudah berkurang banyak mbelinya, cuman minum dan makan jajan satu-dua aja...

Mungkin jajanmu yang ndak enak kayak dulu lagi...
Sembarang aja, Tji. Jajanan ku selalu yang terbaik, dan beda harga, pasti lebih muraah.

Gondrong tentu saja bisa sebel, kalau dibilang jajannya ndak enak, karena dia selalu wanti-wanti pada para penitip-kue di tempatnya, jangan terlalu berminyak, buat jajan gorengan. Sekali ada yang protes, jajannya tak enak, mereka tak bisa lagi menitipkan kue lagi.
Apa ini namanya pengendalian kualitas ? Mungkin... tapi Gondrong kan cuman penjual warung, emangnya toko besar ato pabrik, mana kepikir urusan kualitas ? Heleh.

Setahu marmotji cuman, pelanggan warung Gondrong memang agak beda, dari warung yang lain. Gak usah lama-lama mbandingkan. Yang jelas keliatan sih, pagi, mulai sebubaran shubuh aja.
Bapak-bapak yang turun dari masjid, mampir sekadar mengudap satu-dua kue atau kripik dalam plastik kecil, dan pasti ada teh atau kopi. Wajarlah, sepagi itu masih agak dingin.
Ketika gelap terbelah, saat nasi bungkus telah terbanjar, para bapak yang telah berbaju rapi, sebelum masuk kantor, membuang waktu tersisanya. Biasanya sudah ada koran. Radio mengubah sebentar suasana warung jadi tempat perenungan, karena salurannya berpindah, mengudar kuliah shubuh.
Ketika jalanan telah beringsut ramai, biasanya siswa-siswa sekolah, yang masih basah rambut, meminta segelas minum. Mungkin ini pengunjung tersingkat duduk di warung Gondrong.
Para pekerja sektor swasta, dengan seragam yang memajang produk pabrik mereka, agak lama duduk, atau bolehlah dibilang terlama, terkadang karena menunggu waktu giliran kerja sebelumnya...

Begitulah..  marmotji masih ndak ngerti, dimananya warung Gondrong, bisa kehilangan pembeli, karena pengunjungnya memang beraneka dan terkelompok kayak 'gang mafia'.
Pagi-siang-malam, warung ini tak pernah sepi. Ataukah karena pengunjung malam lebih lama dan lebih 'boros' makan-minum ? ah, enggak juga rasanya.

Aku masih ndak ngerti, ndrong. Apa yang mengkuatirkan warungmu. Pelanggan masih banyak.
Iyaa... tadi aku kan bilang. Di sekitar sini, banyak warung bergaya lain tadi.
Oalaaaaah, ituuuu...Itu kan bukan sainganmu. Kecuali kamu juga sediakan komputer disini. Pake laptop..! Jadi abis makan, kembali ke laptop. Abis minum pun, kembali ke laptop !.
Mumpung lho Ndrong, Tukul sekarang ndak muncul lagi, jadi bisa ditawarin jaga laptop di sini.
(catatan : Acara Tukul di sebuah TV swasta, dah ditutup KPI)

Kan warungmu bisa jadi studio baru buat Tukul kan ?
Walaaaah, kamu kejauhan ngawurnya...., Tji..!

Lhaaah, maksudku gini loh, kamu itu dah benerrrr. ngamati sekitarmu. Ada banyak perkembangan, yang mungkin buat kamu pusing, gimana caranya mengejar... Ya kaaan.
Gini lho, Ndrong, jangan pernah berpikir bersaing. Tuhan aja memunculkan semua makhluk ini ndak bingung, masing-masing punya jatah. Tinggal kita kan gak tahu, dari jurusan yang beneran buat kita itu yang mana kiriman rejeki ini.
Kamu tinggal bikin cara yang kreatip. Apa yang kira-kira gampang diurus, disukai pelangganmu, dan bikin mereka betah. Beres thooo...

Berrreeeesssss, gundulmu... warungku ini juga warung pinggir jalan, yang bisa kena gusur sewaktu-waktu, mereka itu di lokasi rumahan kaan...

Laaaah, tambah gampang kaaan. Warungmu dicor aja, kan banyak truk-truk molen semen yang lewat depan warung. Tinggal cegat, trus tumpahin, jadi kalo mau digusur, siapa yang kuat ngegusur warung cor-coran ?

Duh... tambah puuusssiiiing, marmotjiiiii......
< Sebelum   Berikut >
 
 
Top! Top!