|
Ditulis Oleh: Nur Rusliah, M.Si, S.Si dan Suhermin Ari Pujiati, S.Si
|
|
Tuesday, 14 October 2008 |
|
Barangkali sudah dianggap kewajaran, bahwa konflik bersenjata pasti terjadi bila ada perbedaan pendapat yang tak bisa dikompromikan lalu disusul pemaksaan. Salah satu korbannya adalah anak-anak dan remaja.
Bagaimana dengan salah satu wilayah seperti Irlandia Utara, yang biasanya hanya dikenal dari media publikasi dengan jejuluk kelompok separatis IRA, dalam kacamata statistik kuantitatif dan kualitatif ?
Untuk membaca lebih lanjut. Mohon login terlebih dahulu. Terimakasih
|