Thursday, 08 January 2009
Berkarier di Bidang Marketing PDF Cetak E-mail
Thursday, 15 September 2005
Berkarier di Bidang Marketing
DI dalam perusahaan ada tiga tipe manusia dalam bekerja. Tipe pertama adalah manusia yang bekerja untuk sekadar hidup, kedua manusia yang bekerja untuk satu hal yaitu uang. Mereka hanya berpikir bagaimana cara mendapatkan uang dalam waktu yang sesingkat mungkin dan sebanyak mungkin.

.
Berkarier di Bidang Marketing


DI dalam perusahaan ada tiga tipe manusia dalam bekerja. Tipe pertama adalah manusia yang bekerja untuk sekadar hidup, kedua manusia yang bekerja untuk satu hal yaitu uang. Mereka hanya berpikir bagaimana cara mendapatkan uang dalam waktu yang sesingkat mungkin dan sebanyak mungkin.


Dan tipe ketiga adalah manusia yang bekerja bertujuan untuk merintis karier. Mereka percaya, bila kariernya baik, maka uang akan datang dengan sendirinya.


Manusia tipe pertama adalah manusia yang tidak memikirkan hari depan. Mereka pesimis akan kehidupannya. Bagi mereka, apabila hari ini telah dapat makan dan memiliki tempat berteduh sudahlah cukup. Dan esok hari adalah masalah esok, untuk itu cukup dipikirkan nanti saja.

Sedang manusia tipe kedua adalah manusia yang selalu berusaha agar hari esok lebih baik dari kehidupannya hari ini. Oleh sebab itu, hari ini mereka bekerja sekeras mungkin agar dapat memperoleh uang sebanyak-banyaknya. Ambisi mereka sangat kuat sekali, terutama bila yang dikejar berhubungan dengan uang.


Oleh sebab itu banyak di antara mereka yang menolak bila perusahaan ingin menaikkan jabatannya. Mereka berpikir bila jabatannya naik menjadi supervisor maka penghasilannya akan menurun. Oleh sebab itu pimpinan perusahaan tidak perlu heran bila menghadapi kasus seperti ini.

Lalu bagaimana dengan manusia tipe ketiga? Manusia tipe ketiga, juga manusia yang berusaha agar kehidupannya semakin hari semakin baik. Tetapi untuk dapat hidup lebih baik, mereka mengejarnya melalui karier.

Mereka percaya bahwa apabila kariernya baik, maka dengan sendirinya, penghasilan dan fasilitas perusahaan yang diterimanya juga akan lebih baik.

Tipe kedua dan tipe ketiga mempunyai persamaan. Yaitu mereka sama-sama memiliki ambisi yang kuat untuk memperoleh uang sebanyak mungkin, agar kehidupannya semakin hari semakin baik. Motivasi mereka juga sama.


Namun perbedaannya adalah tipe kedua targetnya hanya jangka pendek. Tidak mempunyai rencana jangka panjang dan tidak perduli dengan status.

Sedang tipe ketiga adalah manusia yang peduli dengan status serta memiliki rencana dan target jangka panjang. Bagi manusia tipe ketiga yang dipentingkan adalah karier dalam kehidupannya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di hari depannya, harus benar-benar memahami dan mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil untuk mewujudkan cita-citanya.


Karena bila salah menentukan langkah-langkah ke depan dan terlambat menyadari kekeliruannya akan sulit diperbaiki atau sulit kembali ke awalnya.


Manusia tipe kedua sebenarnya baik sekali kalau pada akhirnya mereka bisa berwiraswasta, tetapi kalau mereka tidak ingin berwiraswasta sebaiknya menempuh jalan seperti yang dilakukan oleh manusia tipe ketiga.

Untuk dapat sukses dalam berkarier kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan karier? Secara sederhana dapat dikatakan, karier adalah sesuatu yang dapat dicapai melalui sasaran dan target sesuai bidang pekerjaan yang dipilih dalam suatu perusahaan. Dengan kata lain karier harus menjadi sesuatu yang mendorong motivasi.


Langkah pertama untuk berkarier adalah langkah yang sangat menentukan sekali. Menentukan tujuan bekerja harus benar-benar tepat, agar kita berada pada bidang yang benar dan dapat diandalkan sebagai the right nan on the right place.


Ada dua pilihan yaitu berwiraswasta atau bekerja di perusahaan. Kedua-duanya mempunyai keuntungan dan kerugiannya masing-masing.

Syarat-syarat utama yang harus dimiliki oleh orang yang bergerak di bidang marketing adalah, mempunyai daya observasi dan analisis yang kuat tentang orang lain dan lingkungan; senang bertemu dan bergaul dengan orang lain; tidak cepat putus asa dan penuh dengan strategi. Dan terakhir, kita juga harus menentukan, produk apa yang paling cocok. Apakah consumer product, industrial good, direct sales, dan mungkin jasa.

Setelah menentukan tujuan dan menetapkan bidang yang akan digeluti dalam berkarier, maka selanjutnya, harus ada penentuan target dan batas waktu. Misalnya, apabila saat ini masih menjadi salesman, maka ditentukan berapa tahun harus naik menjadi supervisor.


Dan setelah itu, berapa tahun harus naik menjadi sales manager, dan seterusnya. Mengenai batas waktu, tidak ada satu ukuran yang dapat dijadikan patokan. Setiap produk tentu mempunyai kesulitan-kesulitan tersendiri. Dan setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda untuk dapat mencapai/mengembangkan diri sesuai tuntutan jabatan.


Langkah keempat adalah rencana pengembangan diri. Setiap pekerjaan dan jabatan terdiri dari dua unsur. Yaitu bakat dan kemampuan. Bakat akan menentukan, siapa yang lebih dahulu akan berhasil. Tetapi, kemampuan berhubungan dengan sejauh mana seseorang mempunyai kemauan untuk belajar.


Banyak salesman yang berhasil dan sukses, meremehkan pengetahuan tentang menjual maupun marketing. Mereka tidak menyadari bahwa semakin tinggi jabatan seseorang, maka yang dibutuhkan bu­kan hanya sekadar bakat, tetapi juga kemampuan dan pengetahuan.

Apalagi dalam situasi usaha yang sangat kompetitif. Pengembangan diri dan kemampuan dapt dilakukan dalam membaca buku-buku yang berhubungan dengan bidang penjualan dan marketing. Atau mengikuti seminar/kursus, masuk menjadi anggota club-club marketing dan manajemen, serta mau bertukar pengalaman dengan rekan-rekan lainnya guna memperluas wawasan.


Langkah terakhir adalah hubungan dengan manusia lainnya. Hubungan dengan manusia lainnya, kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya cukup sulit dan memegang peranan yang sangat penting dalam berkarier. Kita harus benar-benar mengetahui, siapakah orang-orang di dalam perusahaan yang mempengaruhi keputusan tentang pengangkatan seseorang untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Kalau salah mendekati orang, ada kemungkinan karier juga akan terhambat, walaupun kita sudah bekerja dengan baik dan menunjukan prestasi. Karierpun bisa terhambat bila atasan kita tetap pada jabatannya.


Ini dilakukan agar bila sampai batas waktu ternyata karier tetap mandeg, kita dapat segera pindah kerja dengan jabatan yang lebih tinggi. Demikianlah, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk dapat sukses dalam berkarier. Tetapi perlu diingat bahwa masih ada beberpa hal lagi yang perlu dilakukan untuk mendukung langkah-langkah tersebut. Bekerja dengan sepenuh hati dan menggunakan cara yang strategis. ***

< Sebelum   Berikut >