| Jazz, Satu model Orientasi Profesi |
| Ditulis Oleh: Surabaya's JazzLover | |
| Tuesday, 09 September 2008 | |
Satu jenis musik yang tumbuh besar di New Orleans, AS, menarik untuk diperhatikan, bukan hanya pada sisi musik semata. Di negara yang diketahui sebagai lahan subur kapitalisme dunia, ternyata tidaklah cukup memberikan kesempatan para pelaku musik warisan para budak Afrika memperoleh buah kepantasan profesional-nya. Ken Dorham, seorang musisi jazz professional, yang sekaligus seorang
akademisi, yang menyandang gelar Master of Education and Mass
Communication, mengunjuk berbagai fakta yang terkait dengan kurangnya
apresiasi dan kesempatan berprofesi pada para jazzer. Musisi ini telah bekerjasama dengan Al Jarreau, Nancy Wilson, Chief Bay, Benny Moppet, Miles Davis dan beberapa penampil jazz lainnya, saat artikel ini ditulis, masih sedang merampungkan penelitian doktoralnya tentang kaitan Improvisasi dalam Jazz dan Pengembangan Kemampuan Kognitif.. Salah satu hasil karya rekamnya adalah Afrodisia. Dalam kegiatan pendidikan dan pengembangan kemampuan bermusik, saat ini para peminat profesi musisi jazz, juga harus menempuh proses yang sama dengan berbagai pendidikan profesi lainnya, mengikuti kurikulum yang telah ditetapkan. Dari tahapan berproses memahami teori dan gaya bermusik jazz, menguasai bertingkat kepiawaian bermain alat musik, hingga mampu memproduksi sebuah karya musik. Sebuah proses kesenimanan yang profesional, yang terbebani ratusan jam latihan sendiri dan bermain bersama musisi lainnya, bukan sekedar kebisaan yang serta-merta dapat terkuasai. Beban selain menghadiri kegiatan tatap-muka adalah keharusan memenuhi tahapan akademis antara lain ; berupa tulisan ulasan tentang musisi jazz yang telah beredar, dan mengirim ke berbagai sarana publikasi musik jazz. Disamping juga membaca berbagai publikasi profesional jazz, dan naskah akademik. Persis sama dengan pendidikan profesi lainnya, yang mengarah dan mengasah hingga tingkat hasil yang telah ditentukan. Proses yang memenuhi kultur pendidikan Amerika yang menggariskan penguasaan pada kecakapan verbal/linguistik dan logika/matematika. Teori Gardner pun mengungkap, sedikitnya ada 8 jenis kecakapan, yang sama besarnya berperan dalam kehidupan seseorang, dan diperoleh dari kemampuan berbahasa, kebudayaan, pendidikan dan keunikan pribadinya. Maka penguasaan bermusik jazz juga dipandang sebagai satu kecakapan yang profesional. Sama seperti pada profesi kedokteran, hukum, politik, ekonomi, atau kemiliteran. Lebih jauh Ken Dorham mengungkap sebuah pesimisme, melihat beban pendidikan profesi bermusik jazz seperti itu, dan mengambil contoh para musisi jazz Afro-Amerika saat ini. Para musisi tersebut secara profesional belumlah memperoleh tingkat kesejahteraan seperti profesi di Amerika pada umumnya; jaminan kesehatan, asuransi gigi, tunjangan hari tua, tunjangan liburan dan beberapa nilai tambah profesional lainnya. |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|
Satu jenis musik yang tumbuh besar di New Orleans, AS, menarik untuk diperhatikan, bukan hanya pada sisi musik semata.
Ken Dorham, seorang musisi jazz professional, yang sekaligus seorang
akademisi, yang menyandang gelar Master of Education and Mass
Communication, mengunjuk berbagai fakta yang terkait dengan kurangnya
apresiasi dan kesempatan berprofesi pada para jazzer. 


