berbagi.net in metamorph
Muka arrow Artikel arrow BerbagiTilik arrow UngkapTulisan arrow Survei Pegawai: antara Butuh dan Percaya
Thursday, 08 January 2009
 
 
Stat-Ethics
Berbagi.NET
Alert2YourEmail
Gabung ke Milis
1.Milis Berbagi.NET

(Statistik/Psikologi)
2. Milis Parameter
Alumni-Stat ITS
-------------
Penjelasan
Survei Pegawai: antara Butuh dan Percaya
Ditulis Oleh: Budi Santoso, S.Psi & dayaolahwarta   
Saturday, 01 November 2008
ImageSalah satu bagian dinamika pengelolaan perusahaan adalah pada satu aset termahalnya, sumber daya manusia. Dan sebuah langkah perlu didalamnya adalah survei pegawai.
Gerak-taktik selincah apa pun dalam perencanaan perusahaan tanpa memahami sikap dan penilaian para pegawai dengan mudah akan terkendala, hanya karena tak memiliki informasi yang cukup tentangnya.
Tak sedikit kegiatan survei pegawai yang menemui kegagalan karena tak dapat menjawab pertanyaan para pegawai yang singkat, mengapa saya harus berperanserta(mengisi kuesioner) dalam survei ini ?.


Apalagi jika kemudian timbul penyimpangan saat memanfaatkan survei pegawai dan hasilnya. Benar-benar kerugian yang tak terukur, bukan ?

Kunci utama dalam kegiatan survei pegawai ini adalah terpenuhinya harapan atau terjawabnya berbagai ketidaktahuan para pegawai tentang perusahaan tempatnya bekerja, yang secara luas bisa dianggap sebagai timbal-balik survei tersebut.
Bisakah hal itu dilakukan ?

Karena itu perlu dipertimbangkan situasi yang mungkin terjadi, yang terlintas di benak pegawai saat turut-serta dalam survei tersebut, yang tak memberikan jawaban yang sesungguhnya dan cenderung menutupi. Mengapa bisa terjadi ? Kekhawatiran yang lazim adalah tidak ingin kehilangan kesempatan kerjanya.

Lalu harus bagaimana agar diperoleh hasil yang dapat dipercaya ?
Tentunya prasangka atau kekhawatiran para pegawai yang terlibat survei harus dihapuskan terlebih dahulu.

Karena survei dapat dijalankan dengan baik bila ada cukup kepercayaan antara perusahaan dan pegawai. Tentu saja sedapatnya disusul kepastian bakal adanya tindak lanjut dari hasil survei. Semakin tinggi kualitas tindak lanjut juga akan berakibat tinggi kepercayaan pegawai pada survei berikutnya.
Selain itu, kepercayaan pegawai yang turut dalam survei bisa didapat dari jaminan tak berubahnya berbagai hak yang telah dimiliki sesudah dilangsungkan survei.

Keseimbangan antara penghargaan dan kepercayaan yang ditunjukkan selama proses survei, adalah hal lain yang dapat berikan hasil yang makin baik darinya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah :
  • Waktu survei, sebaiknya tak lebih dari 15 menit untuk menyelesaikan pengisian kuesioner, karena waktu bekerja adalah sebuah komoditas.
  • Survei dengan jumlah besar kuesioner sebaiknya menghindari pembagian menjadi ukuran yang lebih kecil, yang lalu dilaksanakan pada waktu berbeda. Selain itu sebaiknya tidak mengajak partisipasi para pegawai yang diperkirakan bakal asal-asalan mengisi kuesioner.  
  • Mempertimbangkan pemanfaatan fasilitas intranet/internet, untuk lakukan survei pegawai secara online.
  • Memikirkan keseimbangan keterampilan atau kemahiran para pegawai pada tingkat tertentu, sehingga bias dapat terhindarkan karena persepsi yang berbeda.
  • Tingkat keseringan penyelenggaraan survei. Terlalu kerap, atau terlalu jauh pada antar waktunya, akan mengundang keengganan partisipasi
  • Mengikuti cara pandang(bahasa) para pegawai, akan memudahkan partisipasi dalam survei.
  • Telaten dan disiplin adalah titik kritisnya, karena kepercayaan pegawai bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh.
Kepercayaan mungkin mudah diperoleh dengan memberikan janji didepan-sehingga survei berlangsung mudah-. Namun bila berlanjut dengan survei-survei berikutnya, apakah memiliki hasil lebih baik atau sebaliknya ?
< Sebelum
 
 
Top! Top!