| Survei Pegawai: antara Butuh dan Percaya |
| Ditulis Oleh: Budi Santoso, S.Psi & dayaolahwarta | |
| Saturday, 01 November 2008 | |
Salah satu bagian dinamika pengelolaan perusahaan adalah pada satu aset termahalnya, sumber daya manusia. Dan sebuah langkah perlu didalamnya adalah survei pegawai. Gerak-taktik selincah apa pun dalam perencanaan perusahaan tanpa memahami sikap dan penilaian para pegawai dengan mudah akan terkendala, hanya karena tak memiliki informasi yang cukup tentangnya. Tak sedikit kegiatan survei pegawai yang menemui kegagalan karena tak dapat menjawab pertanyaan para pegawai yang singkat, mengapa saya harus berperanserta(mengisi kuesioner) dalam survei ini ?. Apalagi jika kemudian timbul penyimpangan saat memanfaatkan survei pegawai dan hasilnya. Benar-benar kerugian yang tak terukur, bukan ? Kunci utama dalam kegiatan survei pegawai ini adalah terpenuhinya harapan atau terjawabnya berbagai ketidaktahuan para pegawai tentang perusahaan tempatnya bekerja, yang secara luas bisa dianggap sebagai timbal-balik survei tersebut. Bisakah hal itu dilakukan ? Karena itu perlu dipertimbangkan situasi yang mungkin terjadi, yang terlintas di benak pegawai saat turut-serta dalam survei tersebut, yang tak memberikan jawaban yang sesungguhnya dan cenderung menutupi. Mengapa bisa terjadi ? Kekhawatiran yang lazim adalah tidak ingin kehilangan kesempatan kerjanya. Lalu harus bagaimana agar diperoleh hasil yang dapat dipercaya ? Tentunya prasangka atau kekhawatiran para pegawai yang terlibat survei harus dihapuskan terlebih dahulu. Karena survei dapat dijalankan dengan baik bila ada cukup kepercayaan antara perusahaan dan pegawai. Tentu saja sedapatnya disusul kepastian bakal adanya tindak lanjut dari hasil survei. Semakin tinggi kualitas tindak lanjut juga akan berakibat tinggi kepercayaan pegawai pada survei berikutnya. Selain itu, kepercayaan pegawai yang turut dalam survei bisa didapat dari jaminan tak berubahnya berbagai hak yang telah dimiliki sesudah dilangsungkan survei. Keseimbangan antara penghargaan dan kepercayaan yang ditunjukkan selama proses survei, adalah hal lain yang dapat berikan hasil yang makin baik darinya. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah :
|
| < Sebelum |
|---|
Salah satu bagian dinamika pengelolaan perusahaan adalah pada satu aset termahalnya, sumber daya manusia. Dan sebuah langkah perlu didalamnya adalah survei pegawai. 


