"Menjaga Cahaya Al-Qur'an Melalui Kesejahteraan Para Pengajarnya"
Di setiap masjid, mushala, dan rumah Qur’an, ada sosok yang mengabdikan waktunya untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi penerus. Mereka adalah guru ngaji—orang-orang yang bekerja dengan penuh keikhlasan, sering kali dengan penghargaan yang jauh dari layak.
Banyak di antara mereka yang tetap mengajar meski harus memenuhi kebutuhan keluarga dengan penghasilan yang sangat terbatas. Sebagian bahkan mengajar tanpa menerima honor tetap.
Melalui Program Peduli Guru Ngaji, Yayasan Kemanusiaan Kotakamal Indonesia mengajak masyarakat untuk menghadirkan kepedulian nyata kepada para guru ngaji melalui bantuan insentif, peningkatan kapasitas, dan dukungan sarana pembelajaran agar mereka dapat terus mengabdikan diri dalam mendidik generasi Qur’ani.
Karena ketika seorang guru ngaji tetap mampu mengajar, maka ribuan ayat Al-Qur’an akan terus dibaca, dihafal, diamalkan, dan menjadi amal jariyah bagi semua yang turut mendukungnya.
Fakta di Lapangan
Banyak guru ngaji:
Padahal mereka memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak, karakter, dan kecintaan anak-anak kepada Al-Qur’an.
Program ditujukan kepada:
✅ Guru TPQ
✅ Guru Tahfidz
✅ Guru Madrasah Diniyah
✅ Guru Ngaji Masjid
✅ Guru Rumah Qur’an
✅ Guru Ngaji di daerah pelosok
Paket | Kontribusi | Manfaat |
Sahabat Guru Ngaji | Rp100.000/bulan | Mendukung kebutuhan dasar guru |
Mitra Peduli | Rp300.000/bulan | Membantu insentif dan sarana mengajar |
Orang Tua Asuh Guru Ngaji | Rp500.000/bulan | Mendukung satu guru secara berkelanjutan |
Mitra Kebaikan | Rp1.000.000+/bulan | Mendukung lebih banyak guru dan pengembangan program |
CSR Perusahaan | Sesuai komitmen | Program kolaborasi dengan pelaporan berkala |
✔ Laporan penggunaan dana
✔ Dokumentasi kegiatan
✔ Update perkembangan program
✔ Sertifikat apresiasi (bagi mitra yang menghendaki)
✔ Kesempatan kunjungan lapangan
Hari ini kita mungkin tidak mampu mengajar ribuan anak membaca Al-Qur’an.
Namun kita mampu membantu seorang guru ngaji agar tetap berdiri di depan kelas.
Dan ketika satu guru tetap mengajar, puluhan bahkan ratusan santri akan terus belajar.
Itulah sedekah yang pahalanya terus mengalir.
“Menguatkan Guru Ngaji, Menjaga Cahaya Al-Qur’an Tetap Menyala.”